Madu adalah makanan yang mengandung aneka zat gizi seperti karbohidrat , protein , asam amino, vitamin, mineral, dekstrin , pigmen tumbuhan dan komponen Aromatik. Bahkan dari hasil penelitian ahli Gizi dan pangan ,madu mengandung karbohidrat yang paling tinggi diantara produk ternak lainnya susu, telur , daging, keju dan menterga sekitar (82,3% lebih tinggi) Setiap 100 gram madu murni bernilai 294 kalori atau perbandingan 1000 gram madu murni setara dengan 50 butir telur ayam atau 5,675 liter susu atau 1680 gram daging. Dari hasil penelitian terbaru ternyata zat-zat atau senyawa yang ada didalam madu sangat komplek yaitu mencapai 181 jenis .
Khasiat madu telah dikenal sejak jaman Mesir Kuno . Bahkan Ratu Cleopatra telah menggunakan untuk merawat kesehatan dan kecantikannya.
Selain itu juga madu dipergunakan untuk ramuan pembalseman ( embalming ) untuk mengawetkan Mummi Raja-raja Mesir Kuno.
Tradisi orang Jepang adalah meminum madu setiap malam agar bangun tidur dalam keadaan segar dan sehat.
Salah satu keunikan madu adalah karena madu mengandung zat antibiotik . Hal itu hasil penelitian Peter C Molan ( 1992 ) , peneliti dari Departement of Biological Sciences, University of Waikoto , Selandia Baru. Menurutnya Madu terbukti mengandung zat antibiotik yang aktif melawan serangan berbagai kuman patogen penyebab penyakit.
Selain itu juga peneliti dari Departement of Biochemistry , Faculty of Medicine , University of Malaya di Malaysia, Kamaruddin (1997) juga menyebutkan Bahwa di dalam madu terkandung zat anti mikrobial, yang dapat menghambat penyakit.
Beberapa penyakit infeksi oleh berbagai patogen yang dapat dicegah dan disembuhkan dengan minum madu secara teratur diantaranya : Infeksi saluran pernafasan atas (ISPA),batuk, demam, penyakit luka tukak lambung, infeksi saluran pencernaan , penyakit kulit.
Seiring dengan meningkatnya perkembangan Ilmu pengetahuan dan Teknologi , maka kadang sering dimanfaatkan untuk tindak kejahatan. Seperti misalnya pemalsuan madu, yaitu dengan mencampur sedikit madu asli dengan gula tebu atau gula merah dan ditambahkan asam sitrat untuk rasa asamnya serta enzim untuk menimbulkan kesan.
Selain itu masih ada pandangan yang salah atau keliru tentang kualitas madu . Ada yang menganggap bahwa madu yang baik adalah yang menimbulkan letusan ketika tutupnya di buka atau yang tidak di kerumuni semut. Justeru madu tersebut telah rusak terfermentasi oleh enzim dan mengarah kepada terjadinya gas dan alkohol itulah sebabnya semut tidak mau mendekatinya.
Pada saat ini masyarakat lebih mengenal Madu Arab, Madu Kalimantan atau Madu Sumbawa. Padahal mutu dan kualitas madu sangat tergantung pada asal nektar bunga yang dihisap oleh lebah. Sehingga penamaan yang lazim dikenal saat ini adalah bukan hanya lagi dari asal tempat diproduksi seperti yang disebutkan diatas, tetapi dari asal nektar seperti Madu Bunga Randu ( Ceiba petandra ), Madu Bunga Kopi ( Coffea arabica ), Madu Bunga Klengkeng ( Euphoria longana sp ), Madu Bunga Rambutan ( Nephelium lappaceum ), Madu Aneka jenis bunga ( Mix Flower ), Madu Bunga Durian ( Durio sp ), Madu Bunga Kelapa ( Cocos nucifera ), dsb. Masing-masing madu dari aneka jenis tumbuhan ini memiliki aroma yang khas dan khasiat yang berbeda-beda.
Kandungan Madu :
Madu memiliki komponen kimia yang memiliki efek koligemik yakni asetilkolin. Asetilkolin berfungsi untuk melancarkan peredaran darah dan mengurango tekanan darah. Gula yang terdapat dalam madu akan terserap langsung oleh darah sehingga menghasilkan energi secara cepat bila dibandingkan dengan gula biasa.
Disamping kandungan gulanya yang tinggi (fruktosa 41,0 %; glukosa 35 %; sukrosa 1,9 %) madu juga mengandung komponen lain seperti tepung sari dan berbagai enzim pencernaan. Disamping itu madu juga mengandung berbagai vitamin
seperti vitamin A, B1, B2, mineral seperti kalsium, natrium, kalium, magnesium, besi, juga garam iodine bahkan radium. Selain itu madu juga mengandung antibiotik dan berbagai asam organic seperti asam malat, tartarat, sitrat, laklat, dan oksalat. Karena itu madu sangat tinggi sekali khasiatnya.
Jenis-jenis Madu:
Kualitas madu umumnya ditentukan dari asal bunga seperti Mix Flower ( Aneka bunga hutan ), Madu Bunga Klengkeng, Madu bunga Kopi , Madu Bunga Rambutan, Madu bunga Kapuk dsb.
Berdasarkan informasi penelitian madu yang termanis berasal dari nektar bunga Rambutan (Nephelium lappaceum ).
Berdasarkan riset dan penelitian yang telah dilakukan oleh para ahli dibidang Biologi, Kimia dan Kedokteran . ternyata madu memiliki manfaat dan khasiat yang banyak bagi kehidupan manusia, diantaranya adalah :
Khasiat dan Manfaat Madu :
Madu dapat dikonsumsi oleh segala tingkatan ,dari Janin hingga Orang tua.
1. Janin : Madu dapat memperkuat janin yang lemah dalam kandungan ( rahim ).
2. Ibu Hamil : Madu membantu menjaga stamina dan kesehatan selama mengandung bayi, dan membantu asupan gizi yang tinggi bagi pertumbuhan janin yang sehat selama dalam kandungan
3. Bayi : Membantu perkembangan otak bayi, karena setiap harinya otak terus berkembang sampai dengan usia 5 tahun. Untuk itu ia membutuhkan gizi yang tinggi. Pertumbuhan dan perkembangan otak sangat terkait dengan kecerdasan pikiran (IQ ) dan kecerdasan mental ( EQ ) . Hal ini dapat dilihat dewasa ini aneka produk makanan tambahan baik susu atau bubur bayi yang di formulasikan dengan madu seperti Dancow , Frisian Flag , Sustagen ,dsb . Untuk itu kenapa tidak kita berikan saja bagi buah hati kita yang terbaik ,yaitu madu .
4. Anak-anak : membantu agar nafsu makan meningkat ( adanya unsur vitamin B yang lengkap dalam madu), sehingga anak tumbuh sehat , lincah dan riang serta tahan penyakit. ( H.Mohamad , 2002 )
5. Remaja : Khasiat madu pada akil baligh remaja membuat tumbuh sangat cepat ,gizi yang baik dan teratur akan membuat pertumbuhan tubuh menjadi sempurna.
6. Dewasa : Tingkat kelelahan dan pekerjaan yang menumpuk mengakibatkan stress sehingga tubuh menjadi lemah dan mudah terserang penyakit . Dalam hal ini para pekerja pabrik yang bekerja keras seharian penuh ( long shift ) tanpa zat gizi yang memadai rawan terjangkiti penyakit seperti thypus , radang , serta infeksi bakteri lainnya maka dalam hal ini Madu adalah makanan tambahan terbaik.
7. Lanjut Usia : Madu adalah makanan terbaik yang sangat diperlukan bagi manula , karena madu adalah sumber energi dan gizi yang dapat diserap langsung oleh tubuh , dimana pada usia tersebut organ pencernaan kita sudah mulai berkurang fungsinya ( Kesehatan 2001 ).
Resep Tradisional Madu:
1. Kerontokan rambut
Orang yang mengalami kerontokan rambut atau kebotakan dapat memakai campuran minyak zaitun panas, 1 sendok makan madu dan 1 sendok teh bubuk kayu manis sebelum mandi. Oleskan di kepala dan diamkan selama kira-kira 15 menit setelah itu baru dibasuh. Penelitian itu juga membuktikan ramuan yang didiamkan dikepala selama 5 menit pun tetap efektif.
2. Infeksi kandung kemih
Campurkan 2 sendok makan bubuk kayumanis dan 1 sendok teh madu ke dalam segelas air suam-suam kuku. Setelah itu diminum. Ramuan ini membunuh kuman-kuman dalam kandung kemih.
3. Sakit gigi
Buat campuran 1 sendok teh bubuk kayu manis dan 5 sendok teh madu.
4. Kolesterol
Kadar kolesterol darah dapat diturunkan dengan 2 sendok makan madu dan 3 sendok teh bubuk kayu manis yang dicampur dalam 16 ounce (16 kali 28 gram kira kira 1 pon = 454 gram) air teh. Ramuan ini dapat mengurangi kadar kolesterol dalam darah sampai 10 persen dalam 2 jam. Madu murni yang diminum sehari-hari meringankan gangguan kolesterol.
5. Pilek
Pilek ringan dan berat dapat disembuhkan dengan 1 sendok makan madu suam-suam kuku dan ¼ sendok teh bubuk kayu manis setiap hari selama 3 hari. Ramuan ini dapat menyembuhkan hampir semua batuk dan pilek kronis serta membersihkan sinus.
6. Mandul
Pengobatan Yunani dan Ayurveda telah menggunakan madu selama bertahun-tahun untuk memperkuat semen (air mani = sperma) para pria. Dua sendok makan madu yang diminum secara teratur sebelum tidur akan berefek menyuburkan. Wanita Jepang, Cina dan Asia Timur yang sulit hamil dan ingin memperkuat rahim, lazim mengkonsumsi bubuk kayu manis sejak berabad-abad lalu.
Wanita yang sulit hamil sebaiknya sesering mungkin mengoleskan madu dan sesendok teh bubuk kayu manis pada gusinya. Kayu manis akan bercampur dengan air ludah dan memasuki tubuh. Ada pasangan suami istri dari Maryland tidak memiliki keturunan selama 14 tahun dan nyaris putus asa. Ketika mengetahui khasiat kayu manis dan madu, mereka mengkonsumsi ramuan tersebut. Sang istri mulai mengandung dan melahirkan bayi kembar.
7. Sakit perut
Madu yang dicampur bubuk kayu manis dapat mengobati sakit perut. Juga dapat membersihkan perut, serta menyembuhkan bisul sampai ke akar-akarnya.
8. Kembung
Penelitian yang dilakukan di India dan Jepang menyatakan bahwa madu yang diminum bersama kayu manis dapat mengurangi gas dalam perut.
9. Bau napas
Satu sendok teh madu dan bubuk kayu manis yang dicampur dalam air panas dapat membuat nafas tetap segar sehari penuh. Orang Amerika Selatan biasa meminum ramuan tersebut di pagi hari.
10. Sakit kepala sinus
Minum campuran madu dan juice jeruk dapat menyembuhkan sakit kepala karena sinus.
11. Kelelahan
Studi terakhir menunjukkan bahwa kandungan gula dalam madu lebih bermanfaat daripada merugi-kan bagi tubuh. Warga usia lanjut yang mengkonsumsi madu dan bubuk kayu manis dengan ukur-an sama, terbukti lebih bugar dan fleksibel. Penelitian Dr. Milton membuktikan ½ sendok makan madu yang diminum bersama segelas air dan ditaburi bubuk kayu manis dapat meningkatkan vitali-tas tubuh dalam seminggu. Ramuan tersebut diminum setiap hari setelah menggosok gigi dan jam 3 sore pada saat vitalitas tubuh menurun.
12. Kanker
Riset terakhir di Jepang dan Australia menunjukan bahwa kanker perut dan tulang stadium lanjut dapat disembuhkan dengan madu dan kayu manis. Pasien cukup minum 1 sendok makan madu dengan 1 sendok teh bubuk kayu manis selama sebulan 3 kali sehari.
13. Kelebihan berat badan
Minum segelas air yang direbus bersama madu dan bubuk kayu manis setiap pagi ½ jam sebelum sarapan atau saat perut masih kosong. Bila dilakukan secara teratur dapat mengurangi berat badan, bahkan bagi orang yang sangat gemuk, minum ramuan ini secara teratur akan mencegah lemak terakumulasi dalam tubuh, meski tetap makan makanan kalori tinggi.
14. Influenza
Ilmuwan Spanyol telah membuktikan bahwa madu berisi kandungan alami yang membunuh kuman influenza dan menyembuhkan pasien dari flu. Maka minumlah madu ketika akan flu.
15. Jerawat
Oleskan 3 sendok makan madu dan 1 sendok teh bubuk kayu manis pada wajah sebelum tidur. Basuh keesokan harinya dengan air hangat. Bila dilakukan rutin setiap hari selama 2 minggu, akan menyembuhkan jerawat sampai ke akar-akarnya.
16. Infeksi kulit
Ambil 1 bagian madu dan 1 bagian bubuk kayu manis, oleskan pada bagian kulit yang sakit.
17. Mencegah penuaan
Teh yang dicampur madu dan bubuk kayu manis dan diminum tiap hari dapat mencegah penuaan. Ambil 4 sendok madu, 1 sendok bubuk kayu manis dan 3 cangkir air kemudian rebus seperti mem-buat teh. Minumlah sebanyak 4 kali sehari. Ramuan ini membuat kulit segar dan halus serta men-cegah penuaan. Harapan hidup juga bertambah
18. Arthritis (radang sendi / Encok)
Ambil 1 bagian madu dan 2 bagian air suam-suam kuku. Tambahkan 1 sendok teh kecil bubuk kayu manis. Campur madu, air suam-suam kuku dan bubuk kayu manis. Pijat ke bagian yang sakit secara perlahan. Rasa sakit akan berkurang dalam waktu 1-2 menit. Atau penderita arthritis dapat minum 1 cangkir air panas dengan 2 sendok madu dan 1 sendok teh kecil bubuk kayu manis setiap hari, pagi dan malam.
Bila diminum teratur, ramuan ini dapat mengobati penyakit arthritis kronis. Penelitian terakhir Copenhagen University menggunakan campuran 1 sendok makan madu dan ½ sendok teh bubuk kayu manis yang diberikan kepada pasien sebelum sarapan. Hasilnya dalam seminggu 73 dari 200 pasien yang diobati sembuh total. Kebanyakan pasien yang tidak dapat berjalan atau bergerak karena arthritis dapat berjalan tanpa rasa sakit.
19. Penyakit jantung
Oleskan madu dan bubuk kayu manis pada roti pada waktu sarapan setiap harinya. Madu dan kayu manis mengurangi kolesterol dalam pembuluh arteri, dan mengurangi resiko serangan jantung. Orang yang sudah terkena serangan jantung bila mengkonsumsi madu dan kayu manis setiap hari dapat terhindar dari serangan jantung kedua.
Konsumsi madu dan kayu manis secara teratur dapat memperlancar pernapasan dan memperkuat detak jantung. Panti Wredha (jompo) di Amerika dan Kanada, berhasil mengobati penghuninya yang memiliki gangguan pembuluh darah karena tersumbat, dan berkurang fleksibilitasnya karena usia, dengan ramuan tersebut.
Keterangan :
Bagi orang yang jarang minum madu reaksi / efek samping yang umumnya terjadi adalah diare , tetapi hal ini akan hilang dengan sendirinya. Banyak orang yang minum madu tatkala sakit saja. Tetapi bukankah mencegah lebih murah dari mengobati ,apalagi dalam kondisi krisis moneter saat ini, ditengah biaya rumah sakit dan obat yang semakin melambung tinggi.
Sumber : http://ekoassociate.wordpress.com/
Sumber : http://www.edumuslim.org
Jumat, 19 Februari 2010
Senin, 25 Januari 2010
Sinopsis Brilliant Legacy
Sinopsis Brilliant Legacy a.k.a Shining Inheritance Episode 1-8

Dikutip dari http://www.indosiar.com/sinopsis/83865/brilliant-legacy-episode-1 [Edisi online: Kamis, 14 Januari 2010] — Kembali ke Korea dari Amerika dengan pesawat yang sama, secara tidak sengaja koper Go Eun-sung (Han Hyo-joo) dan Sun Woo-hwan (Lee Seung-gi) yang bentuk dan warnanya sama persis tertukar. Begitu tiba, kehadiran Eun-sung membuat seorang gadis bernama Yoo Seung-mi (Moon Chae-won) terkejut.
Lee Seung-gi
Kemunculan Seung-mi sendiri adalah untuk menjemput Woo-hwan, cucu pemilik perusahaan raksasa milik Jang Sook-ja (Ban Hyo-jung). Diminta sang nenek untuk kembali ke Korea, Woo-hwan membandel dan memutuskan untuk menghabiskan waktu beberapa hari bersenang-senang dengan para sahabatnya.
Eun-sung sendiri dijemput oleh Lee Hyung-jin, seniornya di sekolah yang mengejar gadis itu karena tahu latar belakangnya dari keluarga kaya-raya. Bahkan, Hyung-jin dengan berani meminjamkan mobil, yang sebenarnya adalah milik sang sahabat Park Jun-se (Bae Soo-bin) yang ikut menjemput, yang diaku sebagai miliknya.
Konfrontasi antara Eun-sung dan Woo-hwan dimulai ketika Woo-hwan yang pongah melempar gelas plastik ke tengah jalan dan mengenai kaca mobil yagngdikemudikan Eun-sung. Karena geram, Eun-sung langsung mengejar mobil pemuda itu sambil memintanya untuk berhenti.
Kesalahpahaman terjadi, Woo-hwan mengira gadis itu mengajaknya adu kebut-kebutan. Aksi saling pacu terjadi, yang diiringi wajah pucat penumpang masing-masing mobil. Dalam sebuah kesempatan, Woo-hwan membelokkan mobilnya secara mendadak untuk menghalangi mobil sang rival. Begitu Eun-sung mengerem, Woo-hwan kembali memacu mobilnya dengan senyum kemenangan.
Begitu sampai dirumah, Eun-sung langsung disambut oleh ayahnya Go Pyung-joong (Jun In-taek), ibu tirinya Baek Sung-hee (Kim Mi-sook)…dan adik tirinya Seung-mi. Akhirnya ketahuan kenapa Seung-mi berusaha menghindar dari Eun-sung : ia tidak ingin hubungannya dengan Woo-hwan diketahui oleh sang kakak tiri. Sementara di tempat lain, nenek Sook-ja marah-marah saat tahu cucunya Woo-hwan tidak langsung pulang dan malah bersenang-senang.
Eun-sung yang gembira karena bisa kembali berkumpul dengan keluarganya tidak sadar kalau perusahaan raksasa sang ayah terancam bangkrut. Saat Pyung-joong hendak meminjam uang dari istrinya, secara mengejutkan Sung-hee menolak. Tidak cuma itu, Sung-hee yang terbiasa hidup mewah menyebut bahwa meski dengan cara apapun, termasuk memaksa, Pyung-joong harus mendapat pinjaman uang untuk menyelamatkan perusahaan.
Begitu kembali ke Korea, perhatian Eun-sung langsung tercurah pada Go Eun-woo (Yun Joon-suk), adiknya yang mengidap autisme. Sempat mengikuti dari belakang secara diam-diam, Eun-sung terkejut saat melihat sang adik membelokkan langkahnya ke sebuah tempat les piano. Awalnya, ia mengira Eun-woo bakal disekolahkan ke sekolah musik yang prestisius.
Dalam keadaan mabuk dan sedih karena ajuan pinjamannya ditolak, Pyung-joong berjalan tak tentu arah. Di sebuah gang sepi, mendadak kepalanya dipukul dari belakang. Keesokan harinya saat bangun, ia mendapati semua barang miliknya telah dirampas seseorang. Yang lebih mengejutkan lagi, namanya termasuk dalam daftar korban meledaknya sebuah tempat karaoke.
Di sebuah bar mewah, Woo-hwan diberitahu bahwa kartu kredit miliknya sudah tidak berlaku. Sadar bahwa semua adalah ulah sang nenek, ia menyodorkan segepok uang. Sayang, uang tersebut ternyata masih kurang sehingga ia harus berurusan dengan pemilik bar. Secara kebetulan, Eun-sung, yang baru sadar tasnya tertukar menelepon.
Dengan santai, Woo-hwan meminta Eun-sung untuk membayar biaya yang kurang kalau ingin tasnya dikembalikan. Setelah itu, ia menyuruh gadis itu untuk menyetir mobilnya ke sebuah hotel mewah. Kaget ketika Woo-hwan mendadak menarik kerah bajunya, Eun-sung dengan refleks langsung mengeluarkan jurus bela dirinya…yang sukses membuat pemuda itu KO.
Begitu sadar, Woo-hwan langsung teringat akan kejadian di malam sebelumnya. Jengkel karena terus ditelepon, pemuda itu mengerjai Eun-sung. Saat gadis perkasa itu datang terlambat, Soo-hwan (yang sebenarnya ada didekat sana) meminta Eun-sung menunggu sementara dirinya menyelesaikan suatu urusan : menemui sang ibu Oh Young-ran (Yoo Ji-in) untuk meminta kartu kredit baru.
Meski kuliah di Amerika, sifat Soo-hwan sangat pongah. Saat hendak meminta tambahan kopi, dengan sombong ia mengetukkan sendok kecil ke cangkir sambil menatap pelayan yang datang dengan pandangan merendahkan. Dari belakang tiba-tiba muncul Jun-se, yang langsung menyindir Soo-hwan. Meski kesal, SOo-hwan tidak bisa berbuat banyak melawan pria yang sudah dikenal baik oleh keluarganya tersebut.
Peristiwa meledaknya tempat karaoke menjadi berita utama di televisi, Jung-hee yang kebetulan tengah menyaksikan televisi sangat kaget saat mendengar nama Pyung-joong termasuk sebagai korban. Saat diminta mengidentifikasi, wanita itu langsung berteriak sambil terduduk lemas melihat kondisi jenazah.
Menunggu terlalu lama membuat Eun-sung kesal, ia berulang kali menelepon Soo-hwan namun tidak mendapat jawaban yang memuaskan. Sambil menunggu, gadis itu memutuskan untuk menelepon Sung-hee. Apa yang didengarnya sangat mengejutkan : ayahnya Pyung-joong telah meninggal dunia.
Tidak lagi memperdulikan hadiah yang telah disiapkan, Eun-sung langsung berlari ke rumah duka dan tidak bisa lagi menahan tangisnya saat melihat foto sang ayah di antara karangan bunga. Yang lebih memukulnya, sang ibu tiri Sung-hee memutuskan untuk langsung mengkremasi jenazah yang kondisinya sulit dikenali lagi.
Sinopsis Brilliant Legacy Episode 2
Tayang: Senin, 18 Januari 2010 pukul 15:30 WIB di Indosiar
Kesal karena Eun-sung tetap ngotot, ibu tirinya Sung-hee langsung menyodorkan sejumlah barang yang ditemukan pada mayat sang suami.
Dikutip dari http://www.indosiar.com/sinopsis/83892/brilliant-legacy-episode-2 [Edisi online: Senin, 18 Januari 2010] — Di tengah suasana duka, Eun-sung (Han Hyo-joo) kembali berdebat dengan Baek Sung-hee (Kim Min-sook). Rupanya, sang ibu tiri meminta supaya acara pemakaman tidak melibatkan Eun-woo (Yun Joon-suk) yang dianggap bakal mengacau. Namun, Eun-sung tetap memaksa.
Saat tengah menunggu tasnya dikembalikan, Woo-hwan (Lee Seung-gi) dikagetkan oleh kemunculan mendadak Jang Sook-ja. Rupanya, sang nenek memintanya pulang karena adalah hal penting : Woo-hwan diminta untuk kembali ke Korea dan meneruskan usaha keluarga.
Keruan saja Woo-hwan menolak mentah-mentah, namun ia tidak bisa mengelak karena sang ibu Oh Young-ran (Yoo Ji-in) terus membujuk. Dengan ogah-ogahan, Woo-hwan akhirnya mendatangi restoran keluarga dan disambut oleh Manajer Lee Joon-young (Baek Seung-hyun).
Dengan sikap yang sombong, Woo-hwan menolak permintaan sang manajer supaya dirinya mengenakan pakaian pegawai restoran. Bahkan, Woo-hwan yang seharusnya menjadi pegawai biasa dengan santai duduk di meja manajer saat jam kerja sambil menelepon. Ketika ditegur, Woo-hwan dengan sikap menantang menyebut siap bila Manajer Lee mau memecatnya.
Setelah pemakaman selesai, masalah mulai melanda Eun-sung dan keluarganya. Tidak cuma harus menghadapi penyitaan barang-barang, mereka juga harus menghadapi orang-orang yang pernah dihutangi oleh suaminya Go Pyung-joong (Jun In-taek). Melihat ibu tirinya menangis sambil berusaha menjual semua miliknya, Eun-sung langsung masuk ke dalam kamarnya sambil menangis.
Kejutan dilakukan oleh Sung-hee, ia mengajak Eun-sung bicara empat mata. Tanpa basa-basi, wanita itu meminta Eun-sung untuk mencari tempat tinggal bagi dirinya dan sang adik yang autis Go Eun-woo. Eun-sung ternganga, ia sama sekali tidak menyangka kalau ibu tirinya tersebut bakal tega mengusirnya.
Seung-mi (Moon Chae-won) yang mendengar pembicaraan itu langsung memarahi sang ibu, namun Sung-hee membalas dengan menyebut bahwa semua yang dilakukannya adalah demi sang putri. Sebelum berpisah, Sung-hee memberikan segepok uang pada Eun-sung sambil menyebut supaya uang tersebut digunakan dengan baik. Meski malu dan merasa harga dirinya terinjak-injak, Eun-sung menerima uang tersebut demi Eun-woo adiknya.
Hidup berdua dengan Eun-woo ternyata tidak mudah, Eun-sung sempat mengalami berbagai masalah. Yang paling berat terjadi saat mereka sengaja menginap di tempat permandian umum, Eun-sung yang tengah membela Eun-woo yang baru saja dimarahi dan dipukul oleh seorang pria baru sadar kalau uang simpanan pemberian Jung-hee yang dipegangnya telah hilang.
Sudah tidak punya uang sama sekali, ajakan Eun-woo untuk menemui ayah mereka ditanggapi dengan serius oleh Eun-sung : ia berniat bunuh diri bersama sang adik. Namun saat hendak terjun dari sebuah tempat tinggi, Eun-sung tersadar dan langsung menangis tersedu-sedu sambil memeluk Eun-woo.
Bertekad untuk bertahan hidup dan bangkit, Eun-sung mendatangi salah seorang sahabatnya Lee Hye-ri (Min Young-won). Hanya bisa keluar di malam hari, hanya ada satu pilihan pekerjaan bagi Eun-sung : menjadi pelayan di sebuah tempat hiburan.
Woo-hwan kembali berulah, ia kembali menolak perintah Manajer Lee dan meninju pria itu yang dengan berani menyahut saat dirinya marah. Ditemani oleh Seung-mi, Woo-hwan datang ke sebuah tempat hiburan. Saat tengah ke kamar kecil, Seung-mi sangat terkejut melihat Eun-sung ada disana dengan pakaian seorang pelayan.
Langsung mengenali Eun-sung yang mengenakan wig, dengan santai Woo-hwan menarik kerah baju gadis itu, yang cuma bisa terpekik. Langsung meminta tasnya dikembalikan, Woo-hwan bahkan tidak perduli ketika kakinya menginjak ponsel Eun-sung yang belum lunas. Dari kejauhan, semua adegan itu terlihat oleh Jun-se (Bae Soo-bin).
Eun-sung tidak sadar bahwa penderitaannya baru dimulai. Di apartemen Hye-ri, kekasih gadis itu meminta Eun-woo untuk pergi ke pasar swalayan. Dalam perjalanan, Eun-woo malah berhenti di tempat dimana dirinya biasa belajar piano dan terus bermain. Sempat heran melihat kemunculan pemuda remaja itu, sang empunya tempat langsung menelepon Sung-hee.
Bisa dibayangkan, bagaimana kagetnya Sung-hee melihat Eun-woo. Ketika mencoba menghubungi Eun-sung, ponsel sang anak tiri (yang rusak karena terinjak oleh Woo-hwan) tidak diangkat. Sempat ragu apakah yang ditelepon adalah nomor yang benar, Sung-hee sangat terkejut mendengar Eun-woo bisa mengingat hal-hal detil hanya dengan sekali liat. Diam-diam, ia mulai merencanakan sesuatu.
Sinopsis Brilliant Legacy Episode 3
Tayang: Selasa, 19 Januari 2010 pukul 15:30 WIB di Indosiar
Saat masih di tempat kerja, Eun-sung mendapat kabar mengejutkan dari Hye-ri : adiknya Eun-woo menghilang.
Dikutip dari http://www.indosiar.com/sinopsis/83922/brilliant-legacy-episode-3 [Edisi online: Senin, 18 Januari 2010] — Dengan panik, Eun-sung (Han Hyo-joo) yang ditemani oleh Hye-ri (Min Young-won) dan kekasih sahabatnya tersebut mencari Eun-woo (Yun Joon-suk) kesana-kemari. Padahal, sang adik telah dibawa oleh ibu tirinya Sung-hee (Kim Mi-sook) ke sebuah tempat.
Disana, Sung-hee berpesan supaya Eun-woo tidak menelepon siapapun, termasuk Eun-sung, kalau masih ingin bertemu sang kakak. Terburu-buru pulang begitu tahu ada yang mengenali, begitu sampai di rumah Sung-hee langsung mengambil ponsel milik putrinya Seung-mi (Moon Chae-won) yang tengah tertidur. Rupanya, wanita itu berniat mengganti semua nomor supaya Eun-sung maupun Eun-woo tidak bisa menghubunginya lagi.
Kejatuhan Eun-sung dari seorang gadis kaya hingga menjadi seorang pelayan diam-diam membuat Jun-se (Bae Soo-bin) iba, ia tidak setuju dengan perlakuan semena-mena Woo-hwan (Lee Seung-gi). Ketika itu, Eun-sung yang begitu kuatir akan keselamatan Eun-woo hanya tidur selama dua jam, ia tidak sabar untuk segera mencari keberadaan sang adik.
Pertikaian antara Sung-hee dan Seung-mi akhirnya pecah, dengan suara tinggi sang putri menyebut berniat meninggalkan kuliahnya. Terpukul melihat keadaan Eun-sung yang begitu mengenaskan, Seung-mi menelepon Woo-hwan dan meminta pemuda itu untuk mengajaknya naik sepeda motor.
Saat tengah berboncengan, Seung-mi langsung teringat dengan kejadian beberapa tahun silam ketika dirinya pertama kali bertemu Woo-hwan. Ketika itu, ia tengah diganggu oleh tiga pemuda berandal. Namun begitu Woo-hwan muncul, ketiganya langsung terdiam dan ngacir. Sambil membopong Seung-mi, Woo-hwan berikrar siap membela gadis itu bila ada orang yang menjahatinya.
Sambil memeluk Woo-hwan dengan erat, Seung-mi meminta pemuda itu untuk tidak kembali ke Amerika. Begitu pulang, Woo-hwan langsung disambut oleh kemarahan Jang Sook-ja. Rupanya, sang nenek sudah tahu kalau cucunya memukul Manajer Lee Baek Seung-hyeun). Tidak cuma meminta Woo-hwan untuk mengurangi sifat tidak sabarnya, Nenek Jang juga menyuruhnya untuk minta maaf pada Manajer Lee didepan semua pegawai.
Terus mencari Eun-woo, Eun-sung akhirnya ambruk saat nyaris sampai di apartemen Hye-ri. Kebetulan, Jun-se tengah melintas dan langsung membopong gadis itu kedalam. Sebelum pergi, Jun-se memberikan bingkisan berisi ponsel yang sejak semula hendak diberikan pada Eun-sung. Keruan saja, Hye-ri terus memandangi pria itu dengan wajah bingung.
Keesokan harinya, Jun-se kembali sambil memperkenalkan diri. Awalnya, Eun-sung sempat menolak, namun Hye-ri cepat memotong pembicaraan keduanya. Setelah itu, Jun-se menyodorkan daftar panti asuhan yang menampung remaja yang memiliki perlakuan khusus dan meminta foto Eun-woo untuk dijadikan selebaran orang hilang.
Di saat Eun-sung sibuk, ayahnya yang kini hidup menggelandang Go Pyung-joong (Jun In-taek) tiba-tiba teringat akan dua anaknya dan memutuskan untuk menelepon. Sempat bingung ketika mengintip ke sekolah Eun-woo namun tidak menemukan putranya disana, Pyung-joong memutuskan untuk menelepon pihak sekolah. Apa yang didengar benar-benar membuatnya kaget sekaligus terpukul.
Melihat Eun-sung tidak mampu mengurus dirinya, Jun-se meminjamkan uang secara diam-diam melalui Hye-ri. Ketika ditanya alasannya, Jun-se mengaku punya hutang budi secara emosional terhadap Eun-sung. Begitu diberitahu, Eun-sung yang berniat untuk memulai jualan di malam hari demi menafkahi dirinya tidak bisa menahan air mata terharu.
Ditemani oleh Hye-ri, Eun-sung mulai mencari tempat tinggal baru yang tidak jauh dengan daerah ramai. Sempat kaget melihat Jun-se tiba-tiba muncul di kediaman barunya, Eun-sung mulai terbiasa dengan pria itu, yang kemudian menemaninya berbelanja. Hye-ri melihat semuanya sambil tersenyum, ia sadar kalau diam-diam Jun-se menyukai sahabatnya.
Masalah kembali dibuat Woo-hwan. Bukannya minta maaf pada Manajer Lee, ia malah melempar segepok uang didepan pria itu sambil memintanya tutup mulut. Begitu Nenek Jang mendengar semuanya, wanita itu tidak bisa lagi menahan kemarahannya dan langsung menampar Woo-hwan berkali-kali. Tidak pernah diperlakukan kasar, Woo-hwan langsung naik pitam.
Sadar kalau dirinya terlalu memanjakan sang cucu, Nenek Jang memutuskan untuk menapaktilasi masa awal dirinya membanting tulang sambil memikirkan keputusan selanjutnya. Saat tengah duduk di tepi jalan untuk berjualan, Nenek Jang melihat Eun-sung yang tengah berjualan sambil bernyanyi dan menari. Ingatannya langsung melayang ke masa lalu, hal serupa pernah dilakukannya sambil mengasuh anak.
Lamunannya buyar oleh seorang pedagang yang biasa mangkal di tempat Nenek Jang berada, dengan kasar pria itu mengusir wanita tua itu. Cuma bisa menatap geram, tiba-tiba Nenek Jang seolah melihat putranya (yang telah meninggal) saat masih kecil Min-suk tengah berlari-lari. Dengan panik, sang nenek berlari mengejar dan tidak melihat tangga curam yang ada didepannya.
Saat hendak pulang, Eun-sung sangat terkejut melihat seorang nenek terbujur kaku. Langsung dilarikan ke rumah sakit, kondisi Nenek Jang dinyatakan baik-baik saja namun mengalami amnesia. Ketika Eun-sung berpamitan karena hendak mencari Eun-woo adiknya, gadis itu sangat kaget karena tiba-tiba Nenek Jang memeluk tangannya dengan erat.
Sinopsis Brilliant Legacy Episode 4
Tayang: Rabu, 20 Januari 2010 pukul 15:30 WIB di Indosiar
Begitu Nenek Jang merangkul tangannya sambil meminta supaya tidak ditinggalkan sendirian, Eun-sung langsung jatuh iba.
Dikutip dari http://www.indosiar.com/sinopsis/83950/brilliant-legacy-episode-4 [Edisi online: Selasa, 19 Januari 2010] — Karena kasihan, Eun-sung (Han Hyo-joo) mengajak Nenek Jang Sook-ja (Ban Hyo-jung) tinggal di rumah barunya. Keputusan tersebut dicerca Hye-ri (Min Young-won), namun Eun-sung tetap ngotot pada keputusannya. Mereka tidak sadar bahwa dari dalam rumah, Nenek Jang mendengar semuanya.
Di saat yang sama, Oh Young-ran (Yoo Ji-in) yang terlalu memanjakan Woo-hwan (Lee Seung-gi) tidak berdaya ketika sang putra berkata dengan ketus bakal kembali ke Amerika. Begitu mendengar keputusan Woo-hwan, Seung-mi (Moon Chae-won) tanpa banyak bicara langsung menenggak beberapa gelas arak. Dalam keadaan setengah mabuk, Seung-mi menyebut Woo-hwan kejam dan tidak mengerti perasaannya terhadap pemuda itu.
Hilangnya Nenek Jang dari rumah membuat Young-ran dan putrinya Woo-jung (Han Ye-won) kuatir, keduanya cuma bisa melampiaskan kekesalan pada kepala pelayan Pyo Sung-chul (Lee Seung-hyung). Mengaku tidak tahu dimana keberadaan sang majikan, Kepala Pelayan Pyo yang mengerti betul akan watak Nenek Jang menyebut kalau wanita tua itu pasti kembali.
Kebaikan hati Eun-sung yang mau menerima orang tua yang mengalami nasib malang seperti dirinya membuat Nenek Jang terharu, apalagi gadis itu rela bangun pagi demi mempersiapkan barang dagangannya. Melihat Eun-sung terkantuk-kantuk, Nenek Jang langsung menawarkan diri untuk ikut berjualan sekaligus membagi resep rahasianya.
Begitu kembali ke rumah, ucapan Eun-sung kalau dirinya tidak menyangka uang bisa begitu menakutkan membuat kepala Nenek Jang sakit dan pelan-pelan ingatannya, terutama saat menampar wajah sang cucu Woo-hwan, kembali. Hal pertama yang diingat sang nenek adalah : sudah berapa hari dirinya pergi dari rumah.
Saat hendak makan siang setelah menempelkan poster orang hilang, Eun-sung kembali bertemu Jun-se (Bae Soo-bin). Iba melihat Eun-sung kelelahan hingga mimisan, Jun-se menawarkan gadis itu untuk bekerja di restoran miliknya. Namun Eun-sung malah marah, ia menyebut tidak perlu dikasihani. Rupanya Eun-sung mengira kalau restoran adalah milik Lee Hyung-jin (Kim Jae-seung), pria yang langsung pergi begitu tahu keluarganya bangkrut.
Sampai di rumah setelah hari mulai larut, Eun-sung terkejut melihat Nenek Jang belum makan siang. Protes karena makanan yang disajikan tidak enak, sang nenek terkejut saat Eun-sung menebak kalau ingatannya mulai pulih dan langsung marah-marah.
Nenek Jang kembali berulah. Saat pulang, Eun-sung terkejut karena dimarahi oleh pemilik rumah karena bunganya dipetik tanpa ijin. Rupanya, pelaku pemetikan adalah Nenek Jang. Saat diomeli, Nenek Jang berbalik marah. Melihat Eun-sung menangis, Nenek Jang tidak tega dan langsung mengembalikan selimut yang dipakainya sambil meminta gadis itu tidak mengusirnya.
Kembali ditawari Jun-se untuk bekerja di restoran miliknya, Eun-sung pulang dengan gembira sambil membawa makanan untuk Nenek Jang. Langsung mengenali restoran tersebut, waktu membuat hubungan Nenek Jang dan Eun-sung semakin akrab.
Begitu mendengar alasan Eun-sung bekerja di restoran, dan mengecilkan arti berjualan di pinggir jalan, Nenek Jang langsung pura-pura sakit perut tepat pada saat gadis itu hendak berangkat untuk wawancara kerja. Keruan saja, Eun-sung langsung panik dan membawa Nenek Jang ke rumah sakit. Sesampai disana, tiba-tiba kondisi Nenek Jang pulih.
Eun-sung yang merasa dipermainkan tidak tahan lagi, ia langsung mencari tempat sepi untuk menumpahkan air matanya. Setelah tiba di rumah, pertengkaran keduanya tidak bisa dihindari lagi. Karena emosi, Eun-sung mengaku menyesal telah membiarkan Nenek Jang masuk ke rumahnya. Begitu mendengar alasan Eun-sung, Nenek Jang langsung terdiam karena merasa bersalah telah mempermainkan gadis itu.
Keesokan harinya saat pulang, Eun-sung terkejut mendapati Nenek Jang sudah tidak ada dirumah. Rupanya, sang nenek memutuskan untuk pulang ke rumahnya. Mendorong kotak untuk mulai berjualan, Eun-sung dicegat oleh Kepala Pelayan Pyo, yang meminta gadis itu ikut dengannya.
Mengaku bakal membawa Eun-sung ke tempat Nenek Jang, gadis itu menurut. Namun, ia setengah tidak percaya saat mobil Kepala Pelayan Pyo berhenti di sebuah rumah besar. Begitu masuk ke dalam, Eun-sung sudah disambut oleh sosok yang dikenalnya dengan baik : Nenek Jang.
Sinopsis Brilliant Legacy Episode 5
Tayang: Kamis, 21 Januari 2010 pukul 15:30 WIB di Indosiar
Diiringi tatapan menantu dan cucu perempuannya, Nenek Jang Sook-ja mengajak Eun-sung untuk makan bersama dirinya.
Dikutip dari http://www.indosiar.com/sinopsis/83978/brilliant-legacy-episode-5 [Edisi online: Rabu, 20 Januari 2010] — Saat makan bersama, Nenek Jang Sook-ja (Ban Hyo-jung) mengajukan tawaran yang sama sekali tidak disangka : ia bakal membantu Eun-sung (Han Hyo-joo) mencari adiknya yang hilang Eun-woo (Yun Joon-suk) asalkan gadis itu mau tinggal dirumahnya.
Bisa ditebak, keputusan itu langsung ditentang menantunya Oh Young-ran (Yoo Ji-in) dan cucu perempuannya Sun Woo-jung (Han Ye-won). Menurut mereka, imbalan yang paling cocok bagi Eun-sung adalah uang. Ucapan tersebut langsung membuat Nenek Jang marah, ia menganggap keduanya tidak memahami arti membalas budi yang sebenarnya.
Tindakan Nenek Jang tidak hanya sampai disitu, ia meminta Park Soo-jae (Park Sang-hyun) yang merupakan direktur perusahaan makanan Jin Sung untuk memasukkan lamaran Eun-sung supaya dirinya bisa diterima di perusahaan. Meski heran, Direktur Park sadar bahwa telah terjadi sesuatu yang luar biasa dalam diri Nenek Jang selama dirinya menumpang di rumah Eun-sung.
Berita bahagia yang disampaikan Eun-sung membuat Hye-ri (Min Young-won) gembira, namun Eun-sung sendiri merasa dirinya tidak pantas mendapat imbalan seperti itu atas perbuatan kecil yang dilakukannya. Namun, gadis itu langsung dimarahi oleh Hye-ri, yang meminta Eun-sung untuk memikirkan Eun-woo.
Sebelum pergi, Eun-sung dikunjungi oleh sahabatnya Jung In-young (Son Yeo-eun). Merasa bersalah atas apa yang terjadi pada Eun-woo, In-young menceritakan soal Seung-mi yang pernah menanyakan keberadaan Eun-sung yang kontan membuat gadis itu tersenyum lebar. Namun begitu sampai di rumah nenek Jang, senyuman tersebut langsung berubah.
Eun-sung sangat kaget saat tahu Woo-hwan (Lee Seung-gi) yang dibencinya ternyata adalah cucu Nenek Jang. Langsung menuduh Eun-sung sebagai penipu, dengan kasar Woo-hwan mengusir gadis malang itu. Tidak kalah kesal, Eun-sung menyebut tidak sudi tinggal di rumah Woo-hwan dan pergi sambil berurai air mata. Keruan saja, Nenek Jang yang baru tiba keheranan melihat Eun-sung pergi sambil menangis.
Begitu tahu kalau penyebabnya adalah Woo-hwan, Nenek Jang meminta sang cucu untuk membujuk Eun-sung untuk kembali. Bahkan ancamannya tidak main-main : bila tidak berhasil, Woo-hwan tidak boleh pulang. Keesokan harinya, Woo-hwan yang masih ngambek berpamitan dengan sang nenek karena berniat kembali ke Amerika.
Siapa sangka, niat tersebut dicegah Nenek Jang, yang tidak ingin Woo-hwan kuliah sambil hura-hura tanpa tujuan hidup yang jelas. Dengan tegas, Nenek Jang meminta Woo-hwan menyusun rencana masa depannya dalam waktu seminggu. Woo-jung yang sempat menertawakan kemalangan sang kakak langsung terdiam ketika Nenek Jang menyebut kalau hal yang sama juga berlaku untuk gadis itu.
Di rumah, Eun-sung langsung mengutuk kemalangannya. Namun, telepon dari perusahaan makanan Jin Sung membuat Eun-sung kaget, ia tidak menyangka bakal dipanggil untuk wawancara. Begitu diminta masuk ke ruangan presiden perusahaan, Eun-sung langsung ternganga saat tahu orang tersebut tidak lain adalah Nenek Jang.
Dengan suara tegas, Nenek Jang menegur Eun-sung yang dengan emosi pergi tanpa memikirkan kalau kepergiannya bisa membuat Eun-woo semakin sulit ditemukan. Setelah mendengar cerita Eun-sung soal koper yang tertukar, Nenek Jang kembali menjanjikan bakal menemukan Eun-woo apabila gadis itu mau tinggal dirumahnya.
Membawa proposal kerja sama dengan berseri-seri, Sung-hee (Kim Mi-sook) sangat terkejut melihat Nenek Jang tengah bersama Eun-sung. Sambil bersembunyi, ia mendengar ajakan sang nenek supaya anak tirinya tinggal di rumah pemilik perusahaan Jin Sung itu. Keruan saja, Sung-hee langsung lemas. Sikap Sung-hee langsung berubah 180 derajat. Begitu ada kesempatan, ia mengajak Seung-mi berziarah ke tempat abu Pyung-joong ditaruh.
Dugaannya tidak meleset, Eun-sung telah berada disana lebih dulu. Sikap ramah Sung-hee yang mendadak ramah tidak hanya membuat Eun-sung bingung tapi juga Seung-mi. Belakangan, Seung-mi baru menyadari alasan perubahan sikap sang ibu. Meski berat, gadis itu terpaksa menuruti keinginan Jung-hee.
Sempat heran melihat Seung-mi ternyata juga mengikuti pelatihan di perusahaan Jin Sung, Eun-sung mendapat telepon dari Jung-hee saat istirahat makan siang. Rupanya, sang ibu tiri meminta Eun-sung untuk merahasiakan hubungannya dengan Jung-hee dan Seung-mi. Alasannya sederhana : Jung-hee tidak ingin keluarga Woo-hwan, yang disebut sebagai calon suami Seung-mi, tahu kalau keluarganya telah bangkrut.
Senang karena Eun-sung menurut, Sung-hee berbohong dengan menyebut dirinya bakal naik bis. Pada kenyataannya, wanita itu mengemudikan sebuah mobil mewah ke sebuah tempat pijat. Ia tidak sadar bahwa disana, suaminya yang masih hidup Go Pyung-joong (Jun In-taek) telah menunggu.
Sinopsis Brilliant Legacy Episode 6
Tayang: Jumat, 22 Januari 2010 pukul 15:30 WIB di Indosiar
Begitu tahu suaminya Pyung-joong masih hidup, Sung-hee langsung membelalak kaget seolah dirinya melihat hantu.
Dikutip dari http://www.indosiar.com/sinopsis/84011/brilliant-legacy-episode-6 [Edisi online: Kamis, 21 Januari 2010] — Masih syok melihat Pyung-joong masih hidup, ohong, bilang Eun-sung membawa Eun-woo ke Amerika.
Ketika waktu makan tiba, Eun-sung (Han Hyo-joo) langsung canggung begitu diminta duduk semeja dengan Nenek Jang Sook-ja (an Hyo-jung), Young-ran (Yoo Ji-in), dan Woo-jung (Han Ye-won). Satu-satunya yang absen adalah Woo-hwan (Lee Seung-gi), yang mengaku tidak ada nafsu makan sambil menatap Eun-sung dengan marah. Meski tidak enak, Eun-sung menurut ketika Young-ran memintanya untuk membujuk Woo-hwan.
Bukannya senang, Woo-hwan semakin marah dan mulai mengatai Eun-sung sebagai penipu karena tidak juga. Dengan mata berkaca-kaca, gadis itu langsung menyebut bahwa ia punya alasan sendiri yang belum bisa diceritakan. Kejadian itu membuat Woo-hwan mulai ragu dengan dugaannya, ia mulai memeriksa tas Eun-sung yang masih dipegangnya. Setelah melihat isi tas tersebut, Woo-hwan mulai sadar kalau Eun-sung tidak seperti gadis yang dikiranya selama ini.
Meski masih tetap sombong, sikap Woo-hwan melunak. Ia mendatangi Eun-sung sambil menyerahkan tas dan uang dalam nominal yang cukup besar sebagai pengganti kerugian yang telah ditimbulkan. Ucapan Eun-sung selanjutnya cukup membuat Woo-hwan terkejut : ia menyebut baru bakal menerima uang tersebut bila tas Woo-hwan sudah dikembalikan.
Setelah menemui Seung-mi (Moon Chae-won) untuk menanyakan soal tas Woo-hwan, dan tidak sadar kalau sang saudara tiri masih hidup berkecukupan, Eun-sung menghadiri masa orientasi kerja pertamanya. Tersenyum melihat gadis itu hanya mengenakan pakaian kasual dan sepatu kets, Nenek Jang memanggil Eun-sung setelah acara selesai, menyerahkan seamplop uang, dan menyuruhnya membeli pakaian dan sepatu yang pantas.
Setelah memulai masa percobaan di restoran yang dikomandani Manajer Lee Joon-young (Baek Seung-hyun), Eun-sung mulai mencari pakaian dan sepatu dengan ditemani oleh Jun-se (Bae Soo-bin). Di saat yang sama, Woo-hwan juga tengah menghabiskan hari bersama Seung-mi. Saat mengobrol, Seung-mi mulai bisa menebak kenapa Woo-hwan enggan meneruskan usaha keluarga.
Begitu malam tiba, Eun-sung langsung pamit pulang karena ingin mengejar pekerjaan sampingan yaitu mengantar susu. Begitu sampai di rumah, ia langsung menyerahkan sisa uang belanja pada Nenek Jang dan menolak saat diminta untuk menyimpan sisa uang tersebut. Sikap Eun-sung yang jujur membuat Nenek Jang semakin sayang pada gadis itu.
Saat hendak berangkat kerja, Young-ran menyuruh Eun-sung untuk mengantarkan ponsel sahabatnya yang tertinggal. Sikap Young-ran yang bagai nyonya besar tersebut membuat Nenek Jang marah, apalagi Woo-jung cucu perempuannya juga setali tiga uang. Rupanya karena terbiasa hidup mewah, keduanya tidak menghargai uang dan kerja keras.
Mengantarkan ponsel ke alamat yang dituju, Eun-sung sangat kaget saat Seung-mi membuka pintu. Baru mengerti kalau ibu tirinya berbohong, Eun-sung menyerahkan ponsel sebelum kemudian buru-buru pergi. Seung-mi langsung menyusul dan, sambil memberikan tas yang dicari, beralasan bahwa apartemen tersebut adalah warisan dari mendiang ayahnya. Setelah Eun-sung pergi, Seung-mi baru menyadari kalau dirinya benar-benar anak Jung-hee.
Kembali bertemu dengan Pyung-joong, Jung-hee menyatakan sejumlah alasan dan menyalahkan suaminya. Namun, Pyung-joong yang tahu betul akan watak sang istri meminta Jung-hee menceritakan apa yang terjadi sebenarnya. Secara mengejutkan, Jung-hee menyebut tidak bisa lagi menerima Pyung-joong karena melanggar janji pernikahannya. Diam-diam, Jung-hee telah menyiapkan strategi untuk memastikan masa depannya : mendekati direktur Jin Sung Park Tae-soo (Choi Jung-woo).
Nenek Jang kembali dibuat kecewa oleh ulah Woo-hwan, yang dengan kasar menepis tangan salah seorang pegawai Jin Sung yang memegang lengannya. Di rumah, kekecewaan semakin menjadi-jadi saat melihat Young-ran dan Woo-jung membuang barang-barang mereka yang masih bagus dengan alasan sudah usang.
Tidak cuma itu, kedua cucunya juga menyerahkan proposal yang diminta dengan tidak memuaskan. Woo-hwan berniat menggunakan tanah yang semula disiapkan untuk membangun apartemen bagi para pekerja untuk lapangan golf terbesar di Korea, sementara cita-cita Woo-jung lebih bikin miris : mempercantik diri dan bersiap-siap menikah. Setelah berpikir cukup lama, Nenek Jang akhirnya mengambil keputusan drastis.
Sinopsis Brilliant Legacy Episode 7
Tayang: Senin, 25 Januari 2010 pukul 15:30 WIB di Indosiar
Demi memaksa kedua cucunya untuk bisa hidup mandiri, Nenek Jang Sook-ja menunjuk Eun-sung sebagai pewaris tunggalnya.
Dikutip dari http://www.indosiar.com/sinopsis/84044/brilliant-legacy-episode-7 [Edisi online: Senin, 25 Januari 2010] — Keputusan Nenek Jang Sook-ja (Ban Hyo-jung) membuat menantunya Young-ran (Yoo Ji-in) dan dua cucunya Woo-hwan (Lee Seung-gi) dan Woo-jung (Han Ye-won) kaget setengah mati, aplagi sang nenek menyebut bakal mengusir ketiganya bila tidak mau bekerja untuk mencari nafkah.
Penolakan paling keras muncul dari Woo-hwan, yang memutuskan untuk keluar dari rumah keluarganya dan hidup sendiri. Saat keluar, Woo-hwan berpapasan dengan Eun-sung. Melihat pemuda itu pergi dengan marah, keruan saja Eun-sung yang tengah memboyong sepeda barunya kebingungan. Apalagi, perlakuan tidak mengenakkan juga didapatnya dari Young-ran dan Woo-jung.
Di pabrik, Young-ran terkejut saat diberitahu dirinya bakal diperlakukan sebagai pelayan biasa. Tugasnya pun jauh dari kata santai : memotong kimchi menjadi bagian-bagian kecil. Membuat rekan-rekan sekerjanya mengurut dada karena potongan yang dilakukan jauh dari sempurna, Young-ran langsung lemas saat tahu bahwa dalam sehari, ia harus memotong kimchi dalam jumlah sangat banyak.
Nyaris tidak pernah bekerja keras, Woo-jung kembali ke restoran dan kembali berhadapan dengan manajer yang sempat dimusuhinya dulu. Bisa ditebak, Woo-jung langsung kena marah karena saat bekerja sebagai pengantar makanan, pelayanannya jauh dari memuaskan karena masih mengenakan sepatu hak tinggi.
Satu-satunya yang masih bertahan adalah Woo-hwan, ia menumpang di kediaman sahabatnya Jin Young-suk (Jung Suk-won). Belum bisa melepaskan kebiasaan foya-foya, Woo-hwan baru sadar bahwa keuangannya menipis setelah pulang karaoke. Meski begitu, ia tetap memilih untuk menginap di sebuah hotel mewah sambil memikirkan langkah selanjutnya.
Sung-hee (Kim Mi-sook) sangat terkejut saat diberitahu Young-ran soal keputusan nenek Jang, ia tidak menyangka sama sekali kalau Eun-sung lagi-lagi menjadi orang yang menghalangi niatnya. Namun Sung-hee masih tetap meremehkan apa yang terjadi, ia menganggap Nenek Jang hanya memanfaatkan Eun-sung untuk memotivasi Woo-hwan.
Oleh Young-ran, Seung-mi (Moon Chae-won) diminta mampir ke rumah untuk mengantarkan pakaian bagi Woo-hwan yang masih ngambek. Pertemuan dengan Eun-sung tidak bisa dihindari, Eun-sung langsung teringat dengan ucapan Seung-hee dan, didepan Nenek Jang, pura-pura tidak mengenal sang saudara tiri.
Berusaha kabur dari tempatnya bertugas, Woo-jung mendatangi Jun-se dan merengek supaya diperbolehkan bekerja di restoran pria itu. Sudah tentu Jun-se menolak, apalagi ia tahu Nenek Jang memerintahkan supaya Woo-jung diperlakukan sama seperti pekerja Jin Sung yang lain.
Saat mengantar gadis itu keluar, keduanya berpapasan dengan Eun-sung. Bisa dibayangkan, bagaimana kagetnya Eun-sung saat tahu kalau Jun-se ternyata bukan hanya manajer melainkan juga pemilik restoran, ia langsung pergi dengan marah tanpa memperdulikan alasan pria itu. Namun, kemarahan tersebut mulai mereda setelah mendapat nasehat dari sahabatnya Hye-ri (Min Young-won) mengenai betapa banyaknya bantuan Jun-se selama ini.
Puncak kesulitan Woo-hwan terjadi ketika dirinya sudah tidak mampu lagi membayar biaya hotel dan harus berurusan dengan polisi. Kabar itu membuat Young-ran ibunya kaget, namun saat diberitahu, Nenek Jang bergeming dan menolak untuk membebaskan sang cucu laki-laki, yang sempat menyerang polisi yang tengah menginterogasinya karena merasa terhina, dari penjara.
Untungnya ada Jun-se, yang begitu diberitahu langsung membebaskan Woo-hwan dengan uang jaminan. Tidak punya tempat lagi, Woo-hwan harus menelan malu dan memutuskan untuk pulang ke rumah. Begitu melihat sang cucu, Nenek Jang kembali menekankan aturan yang harus ditaati : ia meminta Woo-hwan bekerja di restoran tempat Eun-sung magang.
Meski tidak punya uang, paginya Woo-hwan yang masih tetap sombong nekat berangkat naik taksi meski sudah diperingatkan Eun-sung. Akibatnya saat sampai di tempat kerja, ia harus meminjam uang dari gadis itu. Saat dimarahi karena boros, Woo-hwan malah menarik lengan Eun-sung sambil menyebut gadis itu sombong karena telah menjadi pewaris Jin Sung. Keruan saja, Eun-sung sangat kaget.
Sinopsis Brilliant Legacy Episode 8
Tayang: Selasa, 26 Januari 2010 pukul 15:30 WIB di Indosiar
Dikutip dari http://www.indosiar.com/sinopsis/84073/brilliant-legacy-episode-8 [Edisi online: Selasa, 19 Januari 2010] — Meski gengsi, Woo-hwan (Lee Seung-gi) akhirnya mengganti pakaian mewah yang dikenakan dengan seragam restoran. Siapa sangka, pekerjaan di restoran sangat melelahkan dan tidak semudah yang dikira. Ditambah lagi, sikapnya yang pongah membuat Woo-hwan dijauhi oleh karyawan lain.
Saat pulang, Woo-hwan akhirnya harus merasakan kehidupan rakyat biasa dengan naik bis. Meski diperlakukan dengan buruk, Eun-sung (Han Hyo-joo) berulang kali membantunya. Begitu sampai di rumah, Eun-sung langsung menanyakan soal pelimpahan warisan pada Nenek Jang Sook-ja (Ban Hyo-jung). Bisa menebak kalau namanya hanya dimanfaatkan untuk menyadarkan Woo-hwan, Eun-sung ternyata tidak keberatan karena Nenek Jang sudah begitu baik padanya.
Bangun di pagi hari dalam keadaan lelah (karena belum pernah bekerja keras sebelumnya), Woo-hwan menemui Nenek Jang di ruang tamu dan menyebut siap bekerja di perusahaan Jin Sung. Jawaban sang nenek sama sekali tidak diduga : tidak ada lowongan bagi Woo-hwan sehingga otomatis ia harus kembali bekerja di restoran. Sebelum pergi, Nenek Jang menyerahkan uang yang merupakan upah Woo-hwan bekerja dalam sehari.
Di perjalanan ke restoran, Woo-hwan dicegat oleh Eun-sung yang mengendarai sepeda dan langsung diminta untuk segera membayar sebagian hutangnya. Akibatnya, pemuda itu hanya mempunyai uang pas-pasan untuk naik bis umum dan ‘terpaksa’ makan siang bersama karyawan lain. Di tempat kerja, kejengkelan Woo-hwan makin menjadi ketika Manajer Lee menyuruh Eun-sung untuk mengajarinya tentang seluk-beluk restoran.
Seperti yang bisa ditebak, Eun-sung mulai frustrasi menghadapi sikap Woo-hwan yang pongah. Begitu jam makan siang tiba, Woo-hwan tertolong oleh kemunculan Seung-mi yang membawakannya bekal makan siang. Namun karena keasyikan dengan Seung-mi, Woo-hwan terlambat kembali ke restoran. Bisa ditebak, ia langsung dimarahi habis-habisan oleh Eun-sung.
Setelah berpikir cukup lama, Eun-sung akhirnya memutuskan untuk berbaikan dengan Jun-se. Begitu melihat sepeda gadis itu didepan restorannya, wajah Jun-se langsung berseri-seri. Jun-se sempat sedikit kaget karena Eun-sung sebagai kakak yang dikirim oleh mendiang ayahnya dari surga, namun ia bisa menutupi kegalauan hatinya dengan senyum.
Berhasil menjual beberapa tas pribadi berharga mahal, Young-ran (Yoo Ji-in) dan Woo-jung (Han Ye-won) berusaha mengendap-ngendap masuk ke rumah namun dasar apes, aksi mereka terlihat oleh Nenek Jang. Sempat berkelit, keduanya tidak berdaya ketika Nenek Jang menyita dompet mereka sambil mengancam bakal mengusir Young-ran dan Woo-jung bila kedapatan memperoleh uang dengan menjual barang-barang pribadi.
Keesokan harinya, Manajer Lee menegur Eun-sung karena Woo-hwan menghilang. Saat dicari, ternyata pemuda itu tengah tidur-tiduran di bagian atap restoran. Menyebut telah menyelesaikan tugasnya, Woo-hwan terdiam saat ditanya mengenai apa yang harus dilakukan seorang pelayan saat berhadapan dengan tamu. Keruan saja, Eun-sung kembali kesal karena Woo-hwan tidak mengerjakan tugasnya.
Bukannya merasa bersalah, Woo-hwan malah balik menyalahkan Eun-sung dan menyebut bahwa sejak kemunculan gadis itu dirumah keluarganya, pria itu selalu dihinggapi kesialan. Kemarahan sekaligus kesombongan Woo-hwan langsung luntur begitu Eun-sung tidak bisa lagi menahan emosinya. Sambil terisak, ia mengatakan bahwa Woo-hwan lah yang menyebabkan Eun-sung tidak bisa bertemu dengan sang ayah untuk terakhir kalinya.
Woo-hwan hanya bisa terdiam ketika Eun-sung berlari meninggalkan dirinya yang terdiam. Belum reda tangisnya, Eun-sung mendapat telepon dari Jung-hee (Kim Mi-sook), yang mengajak gadis itu bertemu. Sempat mengatakan tidak ingin menemui sang ibu tiri, secara tidak sengaja ucapan Eun-sung yang menyebut nama Seung-mi terdengar oleh Woo-hwan.
Beralasan tidak enak melihat Eun-sung tinggal di rumah orang lain yang bukan keluarganya, Jung-hee meminta anak tirinya pindah ke sebuah apartemen yang bakal dibayarinya. Tujuannya sudah jelas : memisahkan Eun-sung dari Nenek Jang dan Woo-hwan. Jung-hee tidak menyangka sama sekali kalau Eun-sung bakal menolak tawarannya mentah-mentah.
Wajah Jung-hee mulai berubah saat Eun-sung menceritakan rahasia yang selama ini hanya diketahui dirinya dan Nenek Jang : kepindahannya adalah supaya Nenek Jang mau membantu menemukan Eun-woo (Yun Joon-suk) yang masih hilang. Bahkan, ia langsung pucat saat mendengar dari Eun-sung kalau Nenek Jang telah mengerahkan orang untuk mencari Eun-woo hingga ke pinggiran kota Seoul
Pemain Brilliant Legacy
* Lee Seung Gi sebagai Sun Woo Hwan
* Han Hyo Joo sebagai Go Eun Sung
* Bae Soo Bin sebagai Park Jun Se
* Moon Chae Won sebagai Yoo Seung Mi
* Kim Mi Sook sebagai Baek Sung Hee
* Min Young Won sebagai Lee Hye Ri (teman Eun Sung)
* Yun Joon Suk sebagai Go Eun Woo
* Jung Suk Won sebagai Jin Young Suk (teman Hwan)
* Han Ye Won sebagai Sun Woo Jung
* Ban Hyo Jung sebagai Jang Sook Ja
* Yoo Ji In sebagai Oh Young Ran (ibu Hwan & Jung)
* Kim Jae Seung sebagai Lee Hyung Jin
* Son Yeo Eun sebagai Jung In Young
* Choi Jung Woo sebagai Park Tae Soo
* Lee Seung Hyung sebagai Pyo Sung Chul
* Jun In Taek sebagai Go Pyung Joong (ayah Eun Sung)
* Baek Seung Hyun sebagai Manajer Lee Joon Young
* Park Sang Hyun sebagai Park Soo Jae
* Tae Hwang sebagai pelayan

Dikutip dari http://www.indosiar.com/sinopsis/83865/brilliant-legacy-episode-1 [Edisi online: Kamis, 14 Januari 2010] — Kembali ke Korea dari Amerika dengan pesawat yang sama, secara tidak sengaja koper Go Eun-sung (Han Hyo-joo) dan Sun Woo-hwan (Lee Seung-gi) yang bentuk dan warnanya sama persis tertukar. Begitu tiba, kehadiran Eun-sung membuat seorang gadis bernama Yoo Seung-mi (Moon Chae-won) terkejut.
Lee Seung-gi
Kemunculan Seung-mi sendiri adalah untuk menjemput Woo-hwan, cucu pemilik perusahaan raksasa milik Jang Sook-ja (Ban Hyo-jung). Diminta sang nenek untuk kembali ke Korea, Woo-hwan membandel dan memutuskan untuk menghabiskan waktu beberapa hari bersenang-senang dengan para sahabatnya.
Eun-sung sendiri dijemput oleh Lee Hyung-jin, seniornya di sekolah yang mengejar gadis itu karena tahu latar belakangnya dari keluarga kaya-raya. Bahkan, Hyung-jin dengan berani meminjamkan mobil, yang sebenarnya adalah milik sang sahabat Park Jun-se (Bae Soo-bin) yang ikut menjemput, yang diaku sebagai miliknya.
Konfrontasi antara Eun-sung dan Woo-hwan dimulai ketika Woo-hwan yang pongah melempar gelas plastik ke tengah jalan dan mengenai kaca mobil yagngdikemudikan Eun-sung. Karena geram, Eun-sung langsung mengejar mobil pemuda itu sambil memintanya untuk berhenti.
Kesalahpahaman terjadi, Woo-hwan mengira gadis itu mengajaknya adu kebut-kebutan. Aksi saling pacu terjadi, yang diiringi wajah pucat penumpang masing-masing mobil. Dalam sebuah kesempatan, Woo-hwan membelokkan mobilnya secara mendadak untuk menghalangi mobil sang rival. Begitu Eun-sung mengerem, Woo-hwan kembali memacu mobilnya dengan senyum kemenangan.
Begitu sampai dirumah, Eun-sung langsung disambut oleh ayahnya Go Pyung-joong (Jun In-taek), ibu tirinya Baek Sung-hee (Kim Mi-sook)…dan adik tirinya Seung-mi. Akhirnya ketahuan kenapa Seung-mi berusaha menghindar dari Eun-sung : ia tidak ingin hubungannya dengan Woo-hwan diketahui oleh sang kakak tiri. Sementara di tempat lain, nenek Sook-ja marah-marah saat tahu cucunya Woo-hwan tidak langsung pulang dan malah bersenang-senang.
Eun-sung yang gembira karena bisa kembali berkumpul dengan keluarganya tidak sadar kalau perusahaan raksasa sang ayah terancam bangkrut. Saat Pyung-joong hendak meminjam uang dari istrinya, secara mengejutkan Sung-hee menolak. Tidak cuma itu, Sung-hee yang terbiasa hidup mewah menyebut bahwa meski dengan cara apapun, termasuk memaksa, Pyung-joong harus mendapat pinjaman uang untuk menyelamatkan perusahaan.
Begitu kembali ke Korea, perhatian Eun-sung langsung tercurah pada Go Eun-woo (Yun Joon-suk), adiknya yang mengidap autisme. Sempat mengikuti dari belakang secara diam-diam, Eun-sung terkejut saat melihat sang adik membelokkan langkahnya ke sebuah tempat les piano. Awalnya, ia mengira Eun-woo bakal disekolahkan ke sekolah musik yang prestisius.
Dalam keadaan mabuk dan sedih karena ajuan pinjamannya ditolak, Pyung-joong berjalan tak tentu arah. Di sebuah gang sepi, mendadak kepalanya dipukul dari belakang. Keesokan harinya saat bangun, ia mendapati semua barang miliknya telah dirampas seseorang. Yang lebih mengejutkan lagi, namanya termasuk dalam daftar korban meledaknya sebuah tempat karaoke.
Di sebuah bar mewah, Woo-hwan diberitahu bahwa kartu kredit miliknya sudah tidak berlaku. Sadar bahwa semua adalah ulah sang nenek, ia menyodorkan segepok uang. Sayang, uang tersebut ternyata masih kurang sehingga ia harus berurusan dengan pemilik bar. Secara kebetulan, Eun-sung, yang baru sadar tasnya tertukar menelepon.
Dengan santai, Woo-hwan meminta Eun-sung untuk membayar biaya yang kurang kalau ingin tasnya dikembalikan. Setelah itu, ia menyuruh gadis itu untuk menyetir mobilnya ke sebuah hotel mewah. Kaget ketika Woo-hwan mendadak menarik kerah bajunya, Eun-sung dengan refleks langsung mengeluarkan jurus bela dirinya…yang sukses membuat pemuda itu KO.
Begitu sadar, Woo-hwan langsung teringat akan kejadian di malam sebelumnya. Jengkel karena terus ditelepon, pemuda itu mengerjai Eun-sung. Saat gadis perkasa itu datang terlambat, Soo-hwan (yang sebenarnya ada didekat sana) meminta Eun-sung menunggu sementara dirinya menyelesaikan suatu urusan : menemui sang ibu Oh Young-ran (Yoo Ji-in) untuk meminta kartu kredit baru.
Meski kuliah di Amerika, sifat Soo-hwan sangat pongah. Saat hendak meminta tambahan kopi, dengan sombong ia mengetukkan sendok kecil ke cangkir sambil menatap pelayan yang datang dengan pandangan merendahkan. Dari belakang tiba-tiba muncul Jun-se, yang langsung menyindir Soo-hwan. Meski kesal, SOo-hwan tidak bisa berbuat banyak melawan pria yang sudah dikenal baik oleh keluarganya tersebut.
Peristiwa meledaknya tempat karaoke menjadi berita utama di televisi, Jung-hee yang kebetulan tengah menyaksikan televisi sangat kaget saat mendengar nama Pyung-joong termasuk sebagai korban. Saat diminta mengidentifikasi, wanita itu langsung berteriak sambil terduduk lemas melihat kondisi jenazah.
Menunggu terlalu lama membuat Eun-sung kesal, ia berulang kali menelepon Soo-hwan namun tidak mendapat jawaban yang memuaskan. Sambil menunggu, gadis itu memutuskan untuk menelepon Sung-hee. Apa yang didengarnya sangat mengejutkan : ayahnya Pyung-joong telah meninggal dunia.
Tidak lagi memperdulikan hadiah yang telah disiapkan, Eun-sung langsung berlari ke rumah duka dan tidak bisa lagi menahan tangisnya saat melihat foto sang ayah di antara karangan bunga. Yang lebih memukulnya, sang ibu tiri Sung-hee memutuskan untuk langsung mengkremasi jenazah yang kondisinya sulit dikenali lagi.
Sinopsis Brilliant Legacy Episode 2
Tayang: Senin, 18 Januari 2010 pukul 15:30 WIB di Indosiar
Kesal karena Eun-sung tetap ngotot, ibu tirinya Sung-hee langsung menyodorkan sejumlah barang yang ditemukan pada mayat sang suami.
Dikutip dari http://www.indosiar.com/sinopsis/83892/brilliant-legacy-episode-2 [Edisi online: Senin, 18 Januari 2010] — Di tengah suasana duka, Eun-sung (Han Hyo-joo) kembali berdebat dengan Baek Sung-hee (Kim Min-sook). Rupanya, sang ibu tiri meminta supaya acara pemakaman tidak melibatkan Eun-woo (Yun Joon-suk) yang dianggap bakal mengacau. Namun, Eun-sung tetap memaksa.
Saat tengah menunggu tasnya dikembalikan, Woo-hwan (Lee Seung-gi) dikagetkan oleh kemunculan mendadak Jang Sook-ja. Rupanya, sang nenek memintanya pulang karena adalah hal penting : Woo-hwan diminta untuk kembali ke Korea dan meneruskan usaha keluarga.
Keruan saja Woo-hwan menolak mentah-mentah, namun ia tidak bisa mengelak karena sang ibu Oh Young-ran (Yoo Ji-in) terus membujuk. Dengan ogah-ogahan, Woo-hwan akhirnya mendatangi restoran keluarga dan disambut oleh Manajer Lee Joon-young (Baek Seung-hyun).
Dengan sikap yang sombong, Woo-hwan menolak permintaan sang manajer supaya dirinya mengenakan pakaian pegawai restoran. Bahkan, Woo-hwan yang seharusnya menjadi pegawai biasa dengan santai duduk di meja manajer saat jam kerja sambil menelepon. Ketika ditegur, Woo-hwan dengan sikap menantang menyebut siap bila Manajer Lee mau memecatnya.
Setelah pemakaman selesai, masalah mulai melanda Eun-sung dan keluarganya. Tidak cuma harus menghadapi penyitaan barang-barang, mereka juga harus menghadapi orang-orang yang pernah dihutangi oleh suaminya Go Pyung-joong (Jun In-taek). Melihat ibu tirinya menangis sambil berusaha menjual semua miliknya, Eun-sung langsung masuk ke dalam kamarnya sambil menangis.
Kejutan dilakukan oleh Sung-hee, ia mengajak Eun-sung bicara empat mata. Tanpa basa-basi, wanita itu meminta Eun-sung untuk mencari tempat tinggal bagi dirinya dan sang adik yang autis Go Eun-woo. Eun-sung ternganga, ia sama sekali tidak menyangka kalau ibu tirinya tersebut bakal tega mengusirnya.
Seung-mi (Moon Chae-won) yang mendengar pembicaraan itu langsung memarahi sang ibu, namun Sung-hee membalas dengan menyebut bahwa semua yang dilakukannya adalah demi sang putri. Sebelum berpisah, Sung-hee memberikan segepok uang pada Eun-sung sambil menyebut supaya uang tersebut digunakan dengan baik. Meski malu dan merasa harga dirinya terinjak-injak, Eun-sung menerima uang tersebut demi Eun-woo adiknya.
Hidup berdua dengan Eun-woo ternyata tidak mudah, Eun-sung sempat mengalami berbagai masalah. Yang paling berat terjadi saat mereka sengaja menginap di tempat permandian umum, Eun-sung yang tengah membela Eun-woo yang baru saja dimarahi dan dipukul oleh seorang pria baru sadar kalau uang simpanan pemberian Jung-hee yang dipegangnya telah hilang.
Sudah tidak punya uang sama sekali, ajakan Eun-woo untuk menemui ayah mereka ditanggapi dengan serius oleh Eun-sung : ia berniat bunuh diri bersama sang adik. Namun saat hendak terjun dari sebuah tempat tinggi, Eun-sung tersadar dan langsung menangis tersedu-sedu sambil memeluk Eun-woo.
Bertekad untuk bertahan hidup dan bangkit, Eun-sung mendatangi salah seorang sahabatnya Lee Hye-ri (Min Young-won). Hanya bisa keluar di malam hari, hanya ada satu pilihan pekerjaan bagi Eun-sung : menjadi pelayan di sebuah tempat hiburan.
Woo-hwan kembali berulah, ia kembali menolak perintah Manajer Lee dan meninju pria itu yang dengan berani menyahut saat dirinya marah. Ditemani oleh Seung-mi, Woo-hwan datang ke sebuah tempat hiburan. Saat tengah ke kamar kecil, Seung-mi sangat terkejut melihat Eun-sung ada disana dengan pakaian seorang pelayan.
Langsung mengenali Eun-sung yang mengenakan wig, dengan santai Woo-hwan menarik kerah baju gadis itu, yang cuma bisa terpekik. Langsung meminta tasnya dikembalikan, Woo-hwan bahkan tidak perduli ketika kakinya menginjak ponsel Eun-sung yang belum lunas. Dari kejauhan, semua adegan itu terlihat oleh Jun-se (Bae Soo-bin).
Eun-sung tidak sadar bahwa penderitaannya baru dimulai. Di apartemen Hye-ri, kekasih gadis itu meminta Eun-woo untuk pergi ke pasar swalayan. Dalam perjalanan, Eun-woo malah berhenti di tempat dimana dirinya biasa belajar piano dan terus bermain. Sempat heran melihat kemunculan pemuda remaja itu, sang empunya tempat langsung menelepon Sung-hee.
Bisa dibayangkan, bagaimana kagetnya Sung-hee melihat Eun-woo. Ketika mencoba menghubungi Eun-sung, ponsel sang anak tiri (yang rusak karena terinjak oleh Woo-hwan) tidak diangkat. Sempat ragu apakah yang ditelepon adalah nomor yang benar, Sung-hee sangat terkejut mendengar Eun-woo bisa mengingat hal-hal detil hanya dengan sekali liat. Diam-diam, ia mulai merencanakan sesuatu.
Sinopsis Brilliant Legacy Episode 3
Tayang: Selasa, 19 Januari 2010 pukul 15:30 WIB di Indosiar
Saat masih di tempat kerja, Eun-sung mendapat kabar mengejutkan dari Hye-ri : adiknya Eun-woo menghilang.
Dikutip dari http://www.indosiar.com/sinopsis/83922/brilliant-legacy-episode-3 [Edisi online: Senin, 18 Januari 2010] — Dengan panik, Eun-sung (Han Hyo-joo) yang ditemani oleh Hye-ri (Min Young-won) dan kekasih sahabatnya tersebut mencari Eun-woo (Yun Joon-suk) kesana-kemari. Padahal, sang adik telah dibawa oleh ibu tirinya Sung-hee (Kim Mi-sook) ke sebuah tempat.
Disana, Sung-hee berpesan supaya Eun-woo tidak menelepon siapapun, termasuk Eun-sung, kalau masih ingin bertemu sang kakak. Terburu-buru pulang begitu tahu ada yang mengenali, begitu sampai di rumah Sung-hee langsung mengambil ponsel milik putrinya Seung-mi (Moon Chae-won) yang tengah tertidur. Rupanya, wanita itu berniat mengganti semua nomor supaya Eun-sung maupun Eun-woo tidak bisa menghubunginya lagi.
Kejatuhan Eun-sung dari seorang gadis kaya hingga menjadi seorang pelayan diam-diam membuat Jun-se (Bae Soo-bin) iba, ia tidak setuju dengan perlakuan semena-mena Woo-hwan (Lee Seung-gi). Ketika itu, Eun-sung yang begitu kuatir akan keselamatan Eun-woo hanya tidur selama dua jam, ia tidak sabar untuk segera mencari keberadaan sang adik.
Pertikaian antara Sung-hee dan Seung-mi akhirnya pecah, dengan suara tinggi sang putri menyebut berniat meninggalkan kuliahnya. Terpukul melihat keadaan Eun-sung yang begitu mengenaskan, Seung-mi menelepon Woo-hwan dan meminta pemuda itu untuk mengajaknya naik sepeda motor.
Saat tengah berboncengan, Seung-mi langsung teringat dengan kejadian beberapa tahun silam ketika dirinya pertama kali bertemu Woo-hwan. Ketika itu, ia tengah diganggu oleh tiga pemuda berandal. Namun begitu Woo-hwan muncul, ketiganya langsung terdiam dan ngacir. Sambil membopong Seung-mi, Woo-hwan berikrar siap membela gadis itu bila ada orang yang menjahatinya.
Sambil memeluk Woo-hwan dengan erat, Seung-mi meminta pemuda itu untuk tidak kembali ke Amerika. Begitu pulang, Woo-hwan langsung disambut oleh kemarahan Jang Sook-ja. Rupanya, sang nenek sudah tahu kalau cucunya memukul Manajer Lee Baek Seung-hyeun). Tidak cuma meminta Woo-hwan untuk mengurangi sifat tidak sabarnya, Nenek Jang juga menyuruhnya untuk minta maaf pada Manajer Lee didepan semua pegawai.
Terus mencari Eun-woo, Eun-sung akhirnya ambruk saat nyaris sampai di apartemen Hye-ri. Kebetulan, Jun-se tengah melintas dan langsung membopong gadis itu kedalam. Sebelum pergi, Jun-se memberikan bingkisan berisi ponsel yang sejak semula hendak diberikan pada Eun-sung. Keruan saja, Hye-ri terus memandangi pria itu dengan wajah bingung.
Keesokan harinya, Jun-se kembali sambil memperkenalkan diri. Awalnya, Eun-sung sempat menolak, namun Hye-ri cepat memotong pembicaraan keduanya. Setelah itu, Jun-se menyodorkan daftar panti asuhan yang menampung remaja yang memiliki perlakuan khusus dan meminta foto Eun-woo untuk dijadikan selebaran orang hilang.
Di saat Eun-sung sibuk, ayahnya yang kini hidup menggelandang Go Pyung-joong (Jun In-taek) tiba-tiba teringat akan dua anaknya dan memutuskan untuk menelepon. Sempat bingung ketika mengintip ke sekolah Eun-woo namun tidak menemukan putranya disana, Pyung-joong memutuskan untuk menelepon pihak sekolah. Apa yang didengar benar-benar membuatnya kaget sekaligus terpukul.
Melihat Eun-sung tidak mampu mengurus dirinya, Jun-se meminjamkan uang secara diam-diam melalui Hye-ri. Ketika ditanya alasannya, Jun-se mengaku punya hutang budi secara emosional terhadap Eun-sung. Begitu diberitahu, Eun-sung yang berniat untuk memulai jualan di malam hari demi menafkahi dirinya tidak bisa menahan air mata terharu.
Ditemani oleh Hye-ri, Eun-sung mulai mencari tempat tinggal baru yang tidak jauh dengan daerah ramai. Sempat kaget melihat Jun-se tiba-tiba muncul di kediaman barunya, Eun-sung mulai terbiasa dengan pria itu, yang kemudian menemaninya berbelanja. Hye-ri melihat semuanya sambil tersenyum, ia sadar kalau diam-diam Jun-se menyukai sahabatnya.
Masalah kembali dibuat Woo-hwan. Bukannya minta maaf pada Manajer Lee, ia malah melempar segepok uang didepan pria itu sambil memintanya tutup mulut. Begitu Nenek Jang mendengar semuanya, wanita itu tidak bisa lagi menahan kemarahannya dan langsung menampar Woo-hwan berkali-kali. Tidak pernah diperlakukan kasar, Woo-hwan langsung naik pitam.
Sadar kalau dirinya terlalu memanjakan sang cucu, Nenek Jang memutuskan untuk menapaktilasi masa awal dirinya membanting tulang sambil memikirkan keputusan selanjutnya. Saat tengah duduk di tepi jalan untuk berjualan, Nenek Jang melihat Eun-sung yang tengah berjualan sambil bernyanyi dan menari. Ingatannya langsung melayang ke masa lalu, hal serupa pernah dilakukannya sambil mengasuh anak.
Lamunannya buyar oleh seorang pedagang yang biasa mangkal di tempat Nenek Jang berada, dengan kasar pria itu mengusir wanita tua itu. Cuma bisa menatap geram, tiba-tiba Nenek Jang seolah melihat putranya (yang telah meninggal) saat masih kecil Min-suk tengah berlari-lari. Dengan panik, sang nenek berlari mengejar dan tidak melihat tangga curam yang ada didepannya.
Saat hendak pulang, Eun-sung sangat terkejut melihat seorang nenek terbujur kaku. Langsung dilarikan ke rumah sakit, kondisi Nenek Jang dinyatakan baik-baik saja namun mengalami amnesia. Ketika Eun-sung berpamitan karena hendak mencari Eun-woo adiknya, gadis itu sangat kaget karena tiba-tiba Nenek Jang memeluk tangannya dengan erat.
Sinopsis Brilliant Legacy Episode 4
Tayang: Rabu, 20 Januari 2010 pukul 15:30 WIB di Indosiar
Begitu Nenek Jang merangkul tangannya sambil meminta supaya tidak ditinggalkan sendirian, Eun-sung langsung jatuh iba.
Dikutip dari http://www.indosiar.com/sinopsis/83950/brilliant-legacy-episode-4 [Edisi online: Selasa, 19 Januari 2010] — Karena kasihan, Eun-sung (Han Hyo-joo) mengajak Nenek Jang Sook-ja (Ban Hyo-jung) tinggal di rumah barunya. Keputusan tersebut dicerca Hye-ri (Min Young-won), namun Eun-sung tetap ngotot pada keputusannya. Mereka tidak sadar bahwa dari dalam rumah, Nenek Jang mendengar semuanya.
Di saat yang sama, Oh Young-ran (Yoo Ji-in) yang terlalu memanjakan Woo-hwan (Lee Seung-gi) tidak berdaya ketika sang putra berkata dengan ketus bakal kembali ke Amerika. Begitu mendengar keputusan Woo-hwan, Seung-mi (Moon Chae-won) tanpa banyak bicara langsung menenggak beberapa gelas arak. Dalam keadaan setengah mabuk, Seung-mi menyebut Woo-hwan kejam dan tidak mengerti perasaannya terhadap pemuda itu.
Hilangnya Nenek Jang dari rumah membuat Young-ran dan putrinya Woo-jung (Han Ye-won) kuatir, keduanya cuma bisa melampiaskan kekesalan pada kepala pelayan Pyo Sung-chul (Lee Seung-hyung). Mengaku tidak tahu dimana keberadaan sang majikan, Kepala Pelayan Pyo yang mengerti betul akan watak Nenek Jang menyebut kalau wanita tua itu pasti kembali.
Kebaikan hati Eun-sung yang mau menerima orang tua yang mengalami nasib malang seperti dirinya membuat Nenek Jang terharu, apalagi gadis itu rela bangun pagi demi mempersiapkan barang dagangannya. Melihat Eun-sung terkantuk-kantuk, Nenek Jang langsung menawarkan diri untuk ikut berjualan sekaligus membagi resep rahasianya.
Begitu kembali ke rumah, ucapan Eun-sung kalau dirinya tidak menyangka uang bisa begitu menakutkan membuat kepala Nenek Jang sakit dan pelan-pelan ingatannya, terutama saat menampar wajah sang cucu Woo-hwan, kembali. Hal pertama yang diingat sang nenek adalah : sudah berapa hari dirinya pergi dari rumah.
Saat hendak makan siang setelah menempelkan poster orang hilang, Eun-sung kembali bertemu Jun-se (Bae Soo-bin). Iba melihat Eun-sung kelelahan hingga mimisan, Jun-se menawarkan gadis itu untuk bekerja di restoran miliknya. Namun Eun-sung malah marah, ia menyebut tidak perlu dikasihani. Rupanya Eun-sung mengira kalau restoran adalah milik Lee Hyung-jin (Kim Jae-seung), pria yang langsung pergi begitu tahu keluarganya bangkrut.
Sampai di rumah setelah hari mulai larut, Eun-sung terkejut melihat Nenek Jang belum makan siang. Protes karena makanan yang disajikan tidak enak, sang nenek terkejut saat Eun-sung menebak kalau ingatannya mulai pulih dan langsung marah-marah.
Nenek Jang kembali berulah. Saat pulang, Eun-sung terkejut karena dimarahi oleh pemilik rumah karena bunganya dipetik tanpa ijin. Rupanya, pelaku pemetikan adalah Nenek Jang. Saat diomeli, Nenek Jang berbalik marah. Melihat Eun-sung menangis, Nenek Jang tidak tega dan langsung mengembalikan selimut yang dipakainya sambil meminta gadis itu tidak mengusirnya.
Kembali ditawari Jun-se untuk bekerja di restoran miliknya, Eun-sung pulang dengan gembira sambil membawa makanan untuk Nenek Jang. Langsung mengenali restoran tersebut, waktu membuat hubungan Nenek Jang dan Eun-sung semakin akrab.
Begitu mendengar alasan Eun-sung bekerja di restoran, dan mengecilkan arti berjualan di pinggir jalan, Nenek Jang langsung pura-pura sakit perut tepat pada saat gadis itu hendak berangkat untuk wawancara kerja. Keruan saja, Eun-sung langsung panik dan membawa Nenek Jang ke rumah sakit. Sesampai disana, tiba-tiba kondisi Nenek Jang pulih.
Eun-sung yang merasa dipermainkan tidak tahan lagi, ia langsung mencari tempat sepi untuk menumpahkan air matanya. Setelah tiba di rumah, pertengkaran keduanya tidak bisa dihindari lagi. Karena emosi, Eun-sung mengaku menyesal telah membiarkan Nenek Jang masuk ke rumahnya. Begitu mendengar alasan Eun-sung, Nenek Jang langsung terdiam karena merasa bersalah telah mempermainkan gadis itu.
Keesokan harinya saat pulang, Eun-sung terkejut mendapati Nenek Jang sudah tidak ada dirumah. Rupanya, sang nenek memutuskan untuk pulang ke rumahnya. Mendorong kotak untuk mulai berjualan, Eun-sung dicegat oleh Kepala Pelayan Pyo, yang meminta gadis itu ikut dengannya.
Mengaku bakal membawa Eun-sung ke tempat Nenek Jang, gadis itu menurut. Namun, ia setengah tidak percaya saat mobil Kepala Pelayan Pyo berhenti di sebuah rumah besar. Begitu masuk ke dalam, Eun-sung sudah disambut oleh sosok yang dikenalnya dengan baik : Nenek Jang.
Sinopsis Brilliant Legacy Episode 5
Tayang: Kamis, 21 Januari 2010 pukul 15:30 WIB di Indosiar
Diiringi tatapan menantu dan cucu perempuannya, Nenek Jang Sook-ja mengajak Eun-sung untuk makan bersama dirinya.
Dikutip dari http://www.indosiar.com/sinopsis/83978/brilliant-legacy-episode-5 [Edisi online: Rabu, 20 Januari 2010] — Saat makan bersama, Nenek Jang Sook-ja (Ban Hyo-jung) mengajukan tawaran yang sama sekali tidak disangka : ia bakal membantu Eun-sung (Han Hyo-joo) mencari adiknya yang hilang Eun-woo (Yun Joon-suk) asalkan gadis itu mau tinggal dirumahnya.
Bisa ditebak, keputusan itu langsung ditentang menantunya Oh Young-ran (Yoo Ji-in) dan cucu perempuannya Sun Woo-jung (Han Ye-won). Menurut mereka, imbalan yang paling cocok bagi Eun-sung adalah uang. Ucapan tersebut langsung membuat Nenek Jang marah, ia menganggap keduanya tidak memahami arti membalas budi yang sebenarnya.
Tindakan Nenek Jang tidak hanya sampai disitu, ia meminta Park Soo-jae (Park Sang-hyun) yang merupakan direktur perusahaan makanan Jin Sung untuk memasukkan lamaran Eun-sung supaya dirinya bisa diterima di perusahaan. Meski heran, Direktur Park sadar bahwa telah terjadi sesuatu yang luar biasa dalam diri Nenek Jang selama dirinya menumpang di rumah Eun-sung.
Berita bahagia yang disampaikan Eun-sung membuat Hye-ri (Min Young-won) gembira, namun Eun-sung sendiri merasa dirinya tidak pantas mendapat imbalan seperti itu atas perbuatan kecil yang dilakukannya. Namun, gadis itu langsung dimarahi oleh Hye-ri, yang meminta Eun-sung untuk memikirkan Eun-woo.
Sebelum pergi, Eun-sung dikunjungi oleh sahabatnya Jung In-young (Son Yeo-eun). Merasa bersalah atas apa yang terjadi pada Eun-woo, In-young menceritakan soal Seung-mi yang pernah menanyakan keberadaan Eun-sung yang kontan membuat gadis itu tersenyum lebar. Namun begitu sampai di rumah nenek Jang, senyuman tersebut langsung berubah.
Eun-sung sangat kaget saat tahu Woo-hwan (Lee Seung-gi) yang dibencinya ternyata adalah cucu Nenek Jang. Langsung menuduh Eun-sung sebagai penipu, dengan kasar Woo-hwan mengusir gadis malang itu. Tidak kalah kesal, Eun-sung menyebut tidak sudi tinggal di rumah Woo-hwan dan pergi sambil berurai air mata. Keruan saja, Nenek Jang yang baru tiba keheranan melihat Eun-sung pergi sambil menangis.
Begitu tahu kalau penyebabnya adalah Woo-hwan, Nenek Jang meminta sang cucu untuk membujuk Eun-sung untuk kembali. Bahkan ancamannya tidak main-main : bila tidak berhasil, Woo-hwan tidak boleh pulang. Keesokan harinya, Woo-hwan yang masih ngambek berpamitan dengan sang nenek karena berniat kembali ke Amerika.
Siapa sangka, niat tersebut dicegah Nenek Jang, yang tidak ingin Woo-hwan kuliah sambil hura-hura tanpa tujuan hidup yang jelas. Dengan tegas, Nenek Jang meminta Woo-hwan menyusun rencana masa depannya dalam waktu seminggu. Woo-jung yang sempat menertawakan kemalangan sang kakak langsung terdiam ketika Nenek Jang menyebut kalau hal yang sama juga berlaku untuk gadis itu.
Di rumah, Eun-sung langsung mengutuk kemalangannya. Namun, telepon dari perusahaan makanan Jin Sung membuat Eun-sung kaget, ia tidak menyangka bakal dipanggil untuk wawancara. Begitu diminta masuk ke ruangan presiden perusahaan, Eun-sung langsung ternganga saat tahu orang tersebut tidak lain adalah Nenek Jang.
Dengan suara tegas, Nenek Jang menegur Eun-sung yang dengan emosi pergi tanpa memikirkan kalau kepergiannya bisa membuat Eun-woo semakin sulit ditemukan. Setelah mendengar cerita Eun-sung soal koper yang tertukar, Nenek Jang kembali menjanjikan bakal menemukan Eun-woo apabila gadis itu mau tinggal dirumahnya.
Membawa proposal kerja sama dengan berseri-seri, Sung-hee (Kim Mi-sook) sangat terkejut melihat Nenek Jang tengah bersama Eun-sung. Sambil bersembunyi, ia mendengar ajakan sang nenek supaya anak tirinya tinggal di rumah pemilik perusahaan Jin Sung itu. Keruan saja, Sung-hee langsung lemas. Sikap Sung-hee langsung berubah 180 derajat. Begitu ada kesempatan, ia mengajak Seung-mi berziarah ke tempat abu Pyung-joong ditaruh.
Dugaannya tidak meleset, Eun-sung telah berada disana lebih dulu. Sikap ramah Sung-hee yang mendadak ramah tidak hanya membuat Eun-sung bingung tapi juga Seung-mi. Belakangan, Seung-mi baru menyadari alasan perubahan sikap sang ibu. Meski berat, gadis itu terpaksa menuruti keinginan Jung-hee.
Sempat heran melihat Seung-mi ternyata juga mengikuti pelatihan di perusahaan Jin Sung, Eun-sung mendapat telepon dari Jung-hee saat istirahat makan siang. Rupanya, sang ibu tiri meminta Eun-sung untuk merahasiakan hubungannya dengan Jung-hee dan Seung-mi. Alasannya sederhana : Jung-hee tidak ingin keluarga Woo-hwan, yang disebut sebagai calon suami Seung-mi, tahu kalau keluarganya telah bangkrut.
Senang karena Eun-sung menurut, Sung-hee berbohong dengan menyebut dirinya bakal naik bis. Pada kenyataannya, wanita itu mengemudikan sebuah mobil mewah ke sebuah tempat pijat. Ia tidak sadar bahwa disana, suaminya yang masih hidup Go Pyung-joong (Jun In-taek) telah menunggu.
Sinopsis Brilliant Legacy Episode 6
Tayang: Jumat, 22 Januari 2010 pukul 15:30 WIB di Indosiar
Begitu tahu suaminya Pyung-joong masih hidup, Sung-hee langsung membelalak kaget seolah dirinya melihat hantu.
Dikutip dari http://www.indosiar.com/sinopsis/84011/brilliant-legacy-episode-6 [Edisi online: Kamis, 21 Januari 2010] — Masih syok melihat Pyung-joong masih hidup, ohong, bilang Eun-sung membawa Eun-woo ke Amerika.
Ketika waktu makan tiba, Eun-sung (Han Hyo-joo) langsung canggung begitu diminta duduk semeja dengan Nenek Jang Sook-ja (an Hyo-jung), Young-ran (Yoo Ji-in), dan Woo-jung (Han Ye-won). Satu-satunya yang absen adalah Woo-hwan (Lee Seung-gi), yang mengaku tidak ada nafsu makan sambil menatap Eun-sung dengan marah. Meski tidak enak, Eun-sung menurut ketika Young-ran memintanya untuk membujuk Woo-hwan.
Bukannya senang, Woo-hwan semakin marah dan mulai mengatai Eun-sung sebagai penipu karena tidak juga. Dengan mata berkaca-kaca, gadis itu langsung menyebut bahwa ia punya alasan sendiri yang belum bisa diceritakan. Kejadian itu membuat Woo-hwan mulai ragu dengan dugaannya, ia mulai memeriksa tas Eun-sung yang masih dipegangnya. Setelah melihat isi tas tersebut, Woo-hwan mulai sadar kalau Eun-sung tidak seperti gadis yang dikiranya selama ini.
Meski masih tetap sombong, sikap Woo-hwan melunak. Ia mendatangi Eun-sung sambil menyerahkan tas dan uang dalam nominal yang cukup besar sebagai pengganti kerugian yang telah ditimbulkan. Ucapan Eun-sung selanjutnya cukup membuat Woo-hwan terkejut : ia menyebut baru bakal menerima uang tersebut bila tas Woo-hwan sudah dikembalikan.
Setelah menemui Seung-mi (Moon Chae-won) untuk menanyakan soal tas Woo-hwan, dan tidak sadar kalau sang saudara tiri masih hidup berkecukupan, Eun-sung menghadiri masa orientasi kerja pertamanya. Tersenyum melihat gadis itu hanya mengenakan pakaian kasual dan sepatu kets, Nenek Jang memanggil Eun-sung setelah acara selesai, menyerahkan seamplop uang, dan menyuruhnya membeli pakaian dan sepatu yang pantas.
Setelah memulai masa percobaan di restoran yang dikomandani Manajer Lee Joon-young (Baek Seung-hyun), Eun-sung mulai mencari pakaian dan sepatu dengan ditemani oleh Jun-se (Bae Soo-bin). Di saat yang sama, Woo-hwan juga tengah menghabiskan hari bersama Seung-mi. Saat mengobrol, Seung-mi mulai bisa menebak kenapa Woo-hwan enggan meneruskan usaha keluarga.
Begitu malam tiba, Eun-sung langsung pamit pulang karena ingin mengejar pekerjaan sampingan yaitu mengantar susu. Begitu sampai di rumah, ia langsung menyerahkan sisa uang belanja pada Nenek Jang dan menolak saat diminta untuk menyimpan sisa uang tersebut. Sikap Eun-sung yang jujur membuat Nenek Jang semakin sayang pada gadis itu.
Saat hendak berangkat kerja, Young-ran menyuruh Eun-sung untuk mengantarkan ponsel sahabatnya yang tertinggal. Sikap Young-ran yang bagai nyonya besar tersebut membuat Nenek Jang marah, apalagi Woo-jung cucu perempuannya juga setali tiga uang. Rupanya karena terbiasa hidup mewah, keduanya tidak menghargai uang dan kerja keras.
Mengantarkan ponsel ke alamat yang dituju, Eun-sung sangat kaget saat Seung-mi membuka pintu. Baru mengerti kalau ibu tirinya berbohong, Eun-sung menyerahkan ponsel sebelum kemudian buru-buru pergi. Seung-mi langsung menyusul dan, sambil memberikan tas yang dicari, beralasan bahwa apartemen tersebut adalah warisan dari mendiang ayahnya. Setelah Eun-sung pergi, Seung-mi baru menyadari kalau dirinya benar-benar anak Jung-hee.
Kembali bertemu dengan Pyung-joong, Jung-hee menyatakan sejumlah alasan dan menyalahkan suaminya. Namun, Pyung-joong yang tahu betul akan watak sang istri meminta Jung-hee menceritakan apa yang terjadi sebenarnya. Secara mengejutkan, Jung-hee menyebut tidak bisa lagi menerima Pyung-joong karena melanggar janji pernikahannya. Diam-diam, Jung-hee telah menyiapkan strategi untuk memastikan masa depannya : mendekati direktur Jin Sung Park Tae-soo (Choi Jung-woo).
Nenek Jang kembali dibuat kecewa oleh ulah Woo-hwan, yang dengan kasar menepis tangan salah seorang pegawai Jin Sung yang memegang lengannya. Di rumah, kekecewaan semakin menjadi-jadi saat melihat Young-ran dan Woo-jung membuang barang-barang mereka yang masih bagus dengan alasan sudah usang.
Tidak cuma itu, kedua cucunya juga menyerahkan proposal yang diminta dengan tidak memuaskan. Woo-hwan berniat menggunakan tanah yang semula disiapkan untuk membangun apartemen bagi para pekerja untuk lapangan golf terbesar di Korea, sementara cita-cita Woo-jung lebih bikin miris : mempercantik diri dan bersiap-siap menikah. Setelah berpikir cukup lama, Nenek Jang akhirnya mengambil keputusan drastis.
Sinopsis Brilliant Legacy Episode 7
Tayang: Senin, 25 Januari 2010 pukul 15:30 WIB di Indosiar
Demi memaksa kedua cucunya untuk bisa hidup mandiri, Nenek Jang Sook-ja menunjuk Eun-sung sebagai pewaris tunggalnya.
Dikutip dari http://www.indosiar.com/sinopsis/84044/brilliant-legacy-episode-7 [Edisi online: Senin, 25 Januari 2010] — Keputusan Nenek Jang Sook-ja (Ban Hyo-jung) membuat menantunya Young-ran (Yoo Ji-in) dan dua cucunya Woo-hwan (Lee Seung-gi) dan Woo-jung (Han Ye-won) kaget setengah mati, aplagi sang nenek menyebut bakal mengusir ketiganya bila tidak mau bekerja untuk mencari nafkah.
Penolakan paling keras muncul dari Woo-hwan, yang memutuskan untuk keluar dari rumah keluarganya dan hidup sendiri. Saat keluar, Woo-hwan berpapasan dengan Eun-sung. Melihat pemuda itu pergi dengan marah, keruan saja Eun-sung yang tengah memboyong sepeda barunya kebingungan. Apalagi, perlakuan tidak mengenakkan juga didapatnya dari Young-ran dan Woo-jung.
Di pabrik, Young-ran terkejut saat diberitahu dirinya bakal diperlakukan sebagai pelayan biasa. Tugasnya pun jauh dari kata santai : memotong kimchi menjadi bagian-bagian kecil. Membuat rekan-rekan sekerjanya mengurut dada karena potongan yang dilakukan jauh dari sempurna, Young-ran langsung lemas saat tahu bahwa dalam sehari, ia harus memotong kimchi dalam jumlah sangat banyak.
Nyaris tidak pernah bekerja keras, Woo-jung kembali ke restoran dan kembali berhadapan dengan manajer yang sempat dimusuhinya dulu. Bisa ditebak, Woo-jung langsung kena marah karena saat bekerja sebagai pengantar makanan, pelayanannya jauh dari memuaskan karena masih mengenakan sepatu hak tinggi.
Satu-satunya yang masih bertahan adalah Woo-hwan, ia menumpang di kediaman sahabatnya Jin Young-suk (Jung Suk-won). Belum bisa melepaskan kebiasaan foya-foya, Woo-hwan baru sadar bahwa keuangannya menipis setelah pulang karaoke. Meski begitu, ia tetap memilih untuk menginap di sebuah hotel mewah sambil memikirkan langkah selanjutnya.
Sung-hee (Kim Mi-sook) sangat terkejut saat diberitahu Young-ran soal keputusan nenek Jang, ia tidak menyangka sama sekali kalau Eun-sung lagi-lagi menjadi orang yang menghalangi niatnya. Namun Sung-hee masih tetap meremehkan apa yang terjadi, ia menganggap Nenek Jang hanya memanfaatkan Eun-sung untuk memotivasi Woo-hwan.
Oleh Young-ran, Seung-mi (Moon Chae-won) diminta mampir ke rumah untuk mengantarkan pakaian bagi Woo-hwan yang masih ngambek. Pertemuan dengan Eun-sung tidak bisa dihindari, Eun-sung langsung teringat dengan ucapan Seung-hee dan, didepan Nenek Jang, pura-pura tidak mengenal sang saudara tiri.
Berusaha kabur dari tempatnya bertugas, Woo-jung mendatangi Jun-se dan merengek supaya diperbolehkan bekerja di restoran pria itu. Sudah tentu Jun-se menolak, apalagi ia tahu Nenek Jang memerintahkan supaya Woo-jung diperlakukan sama seperti pekerja Jin Sung yang lain.
Saat mengantar gadis itu keluar, keduanya berpapasan dengan Eun-sung. Bisa dibayangkan, bagaimana kagetnya Eun-sung saat tahu kalau Jun-se ternyata bukan hanya manajer melainkan juga pemilik restoran, ia langsung pergi dengan marah tanpa memperdulikan alasan pria itu. Namun, kemarahan tersebut mulai mereda setelah mendapat nasehat dari sahabatnya Hye-ri (Min Young-won) mengenai betapa banyaknya bantuan Jun-se selama ini.
Puncak kesulitan Woo-hwan terjadi ketika dirinya sudah tidak mampu lagi membayar biaya hotel dan harus berurusan dengan polisi. Kabar itu membuat Young-ran ibunya kaget, namun saat diberitahu, Nenek Jang bergeming dan menolak untuk membebaskan sang cucu laki-laki, yang sempat menyerang polisi yang tengah menginterogasinya karena merasa terhina, dari penjara.
Untungnya ada Jun-se, yang begitu diberitahu langsung membebaskan Woo-hwan dengan uang jaminan. Tidak punya tempat lagi, Woo-hwan harus menelan malu dan memutuskan untuk pulang ke rumah. Begitu melihat sang cucu, Nenek Jang kembali menekankan aturan yang harus ditaati : ia meminta Woo-hwan bekerja di restoran tempat Eun-sung magang.
Meski tidak punya uang, paginya Woo-hwan yang masih tetap sombong nekat berangkat naik taksi meski sudah diperingatkan Eun-sung. Akibatnya saat sampai di tempat kerja, ia harus meminjam uang dari gadis itu. Saat dimarahi karena boros, Woo-hwan malah menarik lengan Eun-sung sambil menyebut gadis itu sombong karena telah menjadi pewaris Jin Sung. Keruan saja, Eun-sung sangat kaget.
Sinopsis Brilliant Legacy Episode 8
Tayang: Selasa, 26 Januari 2010 pukul 15:30 WIB di Indosiar
Dikutip dari http://www.indosiar.com/sinopsis/84073/brilliant-legacy-episode-8 [Edisi online: Selasa, 19 Januari 2010] — Meski gengsi, Woo-hwan (Lee Seung-gi) akhirnya mengganti pakaian mewah yang dikenakan dengan seragam restoran. Siapa sangka, pekerjaan di restoran sangat melelahkan dan tidak semudah yang dikira. Ditambah lagi, sikapnya yang pongah membuat Woo-hwan dijauhi oleh karyawan lain.
Saat pulang, Woo-hwan akhirnya harus merasakan kehidupan rakyat biasa dengan naik bis. Meski diperlakukan dengan buruk, Eun-sung (Han Hyo-joo) berulang kali membantunya. Begitu sampai di rumah, Eun-sung langsung menanyakan soal pelimpahan warisan pada Nenek Jang Sook-ja (Ban Hyo-jung). Bisa menebak kalau namanya hanya dimanfaatkan untuk menyadarkan Woo-hwan, Eun-sung ternyata tidak keberatan karena Nenek Jang sudah begitu baik padanya.
Bangun di pagi hari dalam keadaan lelah (karena belum pernah bekerja keras sebelumnya), Woo-hwan menemui Nenek Jang di ruang tamu dan menyebut siap bekerja di perusahaan Jin Sung. Jawaban sang nenek sama sekali tidak diduga : tidak ada lowongan bagi Woo-hwan sehingga otomatis ia harus kembali bekerja di restoran. Sebelum pergi, Nenek Jang menyerahkan uang yang merupakan upah Woo-hwan bekerja dalam sehari.
Di perjalanan ke restoran, Woo-hwan dicegat oleh Eun-sung yang mengendarai sepeda dan langsung diminta untuk segera membayar sebagian hutangnya. Akibatnya, pemuda itu hanya mempunyai uang pas-pasan untuk naik bis umum dan ‘terpaksa’ makan siang bersama karyawan lain. Di tempat kerja, kejengkelan Woo-hwan makin menjadi ketika Manajer Lee menyuruh Eun-sung untuk mengajarinya tentang seluk-beluk restoran.
Seperti yang bisa ditebak, Eun-sung mulai frustrasi menghadapi sikap Woo-hwan yang pongah. Begitu jam makan siang tiba, Woo-hwan tertolong oleh kemunculan Seung-mi yang membawakannya bekal makan siang. Namun karena keasyikan dengan Seung-mi, Woo-hwan terlambat kembali ke restoran. Bisa ditebak, ia langsung dimarahi habis-habisan oleh Eun-sung.
Setelah berpikir cukup lama, Eun-sung akhirnya memutuskan untuk berbaikan dengan Jun-se. Begitu melihat sepeda gadis itu didepan restorannya, wajah Jun-se langsung berseri-seri. Jun-se sempat sedikit kaget karena Eun-sung sebagai kakak yang dikirim oleh mendiang ayahnya dari surga, namun ia bisa menutupi kegalauan hatinya dengan senyum.
Berhasil menjual beberapa tas pribadi berharga mahal, Young-ran (Yoo Ji-in) dan Woo-jung (Han Ye-won) berusaha mengendap-ngendap masuk ke rumah namun dasar apes, aksi mereka terlihat oleh Nenek Jang. Sempat berkelit, keduanya tidak berdaya ketika Nenek Jang menyita dompet mereka sambil mengancam bakal mengusir Young-ran dan Woo-jung bila kedapatan memperoleh uang dengan menjual barang-barang pribadi.
Keesokan harinya, Manajer Lee menegur Eun-sung karena Woo-hwan menghilang. Saat dicari, ternyata pemuda itu tengah tidur-tiduran di bagian atap restoran. Menyebut telah menyelesaikan tugasnya, Woo-hwan terdiam saat ditanya mengenai apa yang harus dilakukan seorang pelayan saat berhadapan dengan tamu. Keruan saja, Eun-sung kembali kesal karena Woo-hwan tidak mengerjakan tugasnya.
Bukannya merasa bersalah, Woo-hwan malah balik menyalahkan Eun-sung dan menyebut bahwa sejak kemunculan gadis itu dirumah keluarganya, pria itu selalu dihinggapi kesialan. Kemarahan sekaligus kesombongan Woo-hwan langsung luntur begitu Eun-sung tidak bisa lagi menahan emosinya. Sambil terisak, ia mengatakan bahwa Woo-hwan lah yang menyebabkan Eun-sung tidak bisa bertemu dengan sang ayah untuk terakhir kalinya.
Woo-hwan hanya bisa terdiam ketika Eun-sung berlari meninggalkan dirinya yang terdiam. Belum reda tangisnya, Eun-sung mendapat telepon dari Jung-hee (Kim Mi-sook), yang mengajak gadis itu bertemu. Sempat mengatakan tidak ingin menemui sang ibu tiri, secara tidak sengaja ucapan Eun-sung yang menyebut nama Seung-mi terdengar oleh Woo-hwan.
Beralasan tidak enak melihat Eun-sung tinggal di rumah orang lain yang bukan keluarganya, Jung-hee meminta anak tirinya pindah ke sebuah apartemen yang bakal dibayarinya. Tujuannya sudah jelas : memisahkan Eun-sung dari Nenek Jang dan Woo-hwan. Jung-hee tidak menyangka sama sekali kalau Eun-sung bakal menolak tawarannya mentah-mentah.
Wajah Jung-hee mulai berubah saat Eun-sung menceritakan rahasia yang selama ini hanya diketahui dirinya dan Nenek Jang : kepindahannya adalah supaya Nenek Jang mau membantu menemukan Eun-woo (Yun Joon-suk) yang masih hilang. Bahkan, ia langsung pucat saat mendengar dari Eun-sung kalau Nenek Jang telah mengerahkan orang untuk mencari Eun-woo hingga ke pinggiran kota Seoul
Pemain Brilliant Legacy
* Lee Seung Gi sebagai Sun Woo Hwan
* Han Hyo Joo sebagai Go Eun Sung
* Bae Soo Bin sebagai Park Jun Se
* Moon Chae Won sebagai Yoo Seung Mi
* Kim Mi Sook sebagai Baek Sung Hee
* Min Young Won sebagai Lee Hye Ri (teman Eun Sung)
* Yun Joon Suk sebagai Go Eun Woo
* Jung Suk Won sebagai Jin Young Suk (teman Hwan)
* Han Ye Won sebagai Sun Woo Jung
* Ban Hyo Jung sebagai Jang Sook Ja
* Yoo Ji In sebagai Oh Young Ran (ibu Hwan & Jung)
* Kim Jae Seung sebagai Lee Hyung Jin
* Son Yeo Eun sebagai Jung In Young
* Choi Jung Woo sebagai Park Tae Soo
* Lee Seung Hyung sebagai Pyo Sung Chul
* Jun In Taek sebagai Go Pyung Joong (ayah Eun Sung)
* Baek Seung Hyun sebagai Manajer Lee Joon Young
* Park Sang Hyun sebagai Park Soo Jae
* Tae Hwang sebagai pelayan
Selasa, 05 Januari 2010
Kamis, 10 Desember 2009
Dua Puluh Lima Desember
Tanpa terasa satu bilangan tahun lagi hampir kita lewati dan masukkan dalam gudang kenangan. Berbagai pergumulan dan sejumlah anugerah telah kita nikmati. Tahun yang baru telah siap menyambut kita dengan segala kerumitan dan kebahagiaan di dalamnya. Memasuki bulan Desember, segenap orang Kristen dan gereja sibuk mempersiapkan diri untuk memperingati hari Natal. Sejauh manakah kita mengenal akan tanggal yang selalu diperingati sebagai hari Natal itu?
Tahun Kelahiran Yesus
Kita dan penanggalan internasional setiap tahun selalu menempatkan hari Natal pada tanggal 25 bulan Desember, dan menceritakan kepada anak Sekolah Minggu kita itulah tanggal kelahiran Yesus. Sebagian orang (termasuk salah satu media massa yang terbit di Jakarta baru-baru ini), dengan pemikiran kalau dalam bahasa Inggris ada sebutan ‘Before Christ (B.C.)’ atau ‘Sebelum Masehi (S.M.)’ untuk menyebut tahun-tahun sebelum kelahiran Yesus dan ‘Anno Domini (A.D.)’ atau ‘Masehi (M)’ untuk tahun sesudahnya, maka mereka menganggap Yesus lahir tepat pada tahun 0 Masehi. Padahal sebenarnya tahun 0 Sebelum Masehi dan/atau tahun 0 Masehi itu tidak pernah ada. Jadi kalau begitu, tahun berapakah Yesus lahir? Sebagian orang yang lain berpegang bahwa tahun 4 Sebelum Masehi adalah tahun kelahiran Yesus. Mengapa bisa begitu? Bukankah digunakannya tahun ‘Masehi’ adalah untuk memisahkan tahun sebelum dan sesudah kelahiran Yesus?
Menurut catatan Flavius Josephus, seorang ahli sejarah yang hidup pada tahun 37-100 Masehi (jadi tidak terlalu jauh dari masa kehidupan Yesus), dapat diketahui bahwa Herodes yang disebutkan dalam Matius 2:1 “………. pada jaman Raja Herodes ……” adalah Herodes Agung, yang hidup dari tahun 73-4 Sebelum Masehi. Raja Herodes inilah yang menyebabkan Yesus diungsikan ke Mesir. Baru setelah kematiannya, Yesus kembali dari pengungsian (lihat Matius 2:19-20). Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan, bahwa Yesus dilahirkan sekurang-kurangnya beberapa tahun atau bulan sebelum 4 S.M. Dan menurut dugaan yang lazim, kelahiran Yesus adalah antara tahun 8 dan tahun 5 s.M.
Benarkah Yesus Lahir Tahun 5 s.M.?
Pada jaman itu, tahun dalam kekaisaran Romawi dihitung dari tahun berdirinya kota Roma. Tahun Romawi disebut AUC, singkatan dari Ab Urbe Condita, yang berarti ‘sejak berdirinya kota’. Kemudian pada abad ke-6, atas perintah Kaisar Justinian, seorang rahib bernama Dionisius Exigius membuat kalender baru. Ia mengganti perhitungan tahun Romawi dengan tahun Masehi, yang dimulai dari kelahiran Yesus. Tetapi di kemudian hari barulah diketahui bahwa ia membuat kekeliruan hitung. Ia menempatkan kelahiran Yesus pada tahun 753 AUC, padahal seharusnya pada tahun 749 atau 747 AUC. Kekeliruan ini sudah tidak dapat diperbaiki lagi. Dan sampai sekarang kita pun sudah terlanjur menggunakan tahun hasil perhitungan Dionisius itu, yang sebetulnya empat atau lima tahun terlambat dari kenyataan kelahiran Yesus.
Lalu Bagaimana dengan Bulan Kelahiran-Nya?
Apabila kita melihat di peta, maka kita akan menemukan bahwa Israel terletak di sebelah utara garis khatulistiwa, hampir sejajar dengan Jepang, yang berarti bulan Desember adalah musim dingin. Bagaimana dengan catatan Injil yang menjelaskan tentang para gembala pada malam kelahiran Yesus dalam Lukas 2:8 “….gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam”? Hal ini menunjukkan bahwa kelahiran Yesus pasti bukanlah pada bulan Desember.
Seseorang bernama Klemens dari Alexandria membuat perhitungan bahwa Yesus dilahirkan pada tanggal 25 Pachon, yaitu tanggal 20 Mei. Tetapi itu pun bukan merupakan suatu kepastian.
Mengapa Kita Tidak Punya Tanggal Kelahiran Yesus yang Pasti?
Pada jaman itu, merayakan ulang tahun hanyalah kelaziman orang kafir. Satu-satunya ulang tahun yang kita baca di Perjanjian Baru adalah ulang tahun Herodes Antipas (lihat Matius 14:6). Dan gereja pada jaman itu tidak merayakan kelahiran Yesus melainkan kebangkitan-Nya. Baru sekitar abad ke-3, umat Kristen di Mesir mulai merayakan Natal. Tanggal yang digunakan adalah 6 Januari, bertepatan dengan suatu hari raya umum.
Gereja di Roma baru mulai merayakan Natal pada akhir abad ke-4, dan tanggal yang dipilih adalah 25 Desember. Pemilihan tanggal tersebut adalah untuk memberi isi yang baru kepada perayaan kafir yang menyambut kembalinya matahari ke belahan bumi bagian utara. Tidak lama kemudian kebiasaan merayakan Natal pada tanggal 25 Desember itu pun ditiru oleh gereja-gereja di tempat lain. Dan hingga sekarang, Natal dirayakan setiap tanggal 25 Desember oleh hampir semua gereja.
Anak Sekolah Minggu yang kritis mungkin akan bertanya: Jika demikian kenapa kita tidak menghitung ulang atau mengikuti perhitungan Klemens, yaitu merayakan Natal pada tanggal 20 Mei saja?
Dengan segala kerendahhatian dan tidak ada maksud untuk menggurui, berikut adalah beberapa hal yang saya bisa bagikan dan barangkali bisa dijadikan contoh jawaban atas pertanyaan semacam itu:
1. Perhitungan Klemens menyebutkan bahwa Yesus dilahirkan pada tanggal 20 Mei, namun itu pun belum pasti benar. Kenapa kita harus menggunakan tanggal yang kebenarannyapun masih diragukan?
2. Secara umum, sudah berlangsung selama berabad-abad, Natal dirayakan pada bulan Desember, tepatnya pada tanggal 25 Desember, kenapa kita harus menetapkan tanggal perayaan sendiri, yang lain daripada yang lain?
3. Kekeliruan perhitungan ini pastilah ada campur tangan dan atas ijin Allah, karena hal ini menunjukkan bahwa Allah tidak mengijinkan orang untuk lebih mengutamakan atau lebih tepatnya mengkeramatkan tanggal tertentu lebih daripada yang lain; yang akhirnya justru akan melupakan bahwa rahmat, kasih dan anugerah-Nya selalu baru dan terlimpah setiap hari. Sebagai perbandingan kita dapat melihat bahwa peringatan akan Kematian Kristus atau Paskah, bukan ditentukan oleh tanggal tertentu tetapi oleh hari.
Atau perhitungan satu hari yang kita pakai sekarang, yaitu pagi-malam, yang berubah dari catatan perhitungan satu hari yang Allah berikan (lihat Kejadian 1:5, 8, 13, dst “… jadilah petang, jadilah pagi, itulah hari ….”)
4. Bukankah kenyataannya selama ini juga sudah berlangsung, bahwa banyak gereja yang melaksanakan perayaan Natal tidak tepat pada tanggal 25 Desember?
5. Kesalahan tanggal dalam merayakan hari Natal, tidak akan berpengaruh terhadap iman kepercayaan dan keselamatan kita.
Yang lebih utama dan terutama harus dipikirkan, ditekankan dan diajarkan dalam perayaan Natal adalah hadiah atau komitmen apa yang akan kita berikan sebagai persembahan kepada Kristus, pada saat kita memperingati hari kelahiran-Nya?
Jadi sekarang kreatifitas guru dan waktu (usia) yang tepat diperlukan untuk mengajarkan hal ini kepada anak-anak Sekolah Minggu, agar tidak membuat mereka justru menjadi bingung dan akhirnya kehilangan arti/makna yang sesungguhnya dari inkarnasi Kristus ke dunia ini.
Diambil dari berbagai sumber
Robby Indarjono, Mahasiswa Institut Reformed
O HOLY NIGHT

O HOLY NIGHT
Music: Adolphe-Charles Adam (1803-1856).
O holy night, the stars are brightly shining,
It is the night of the dear Savior's birth;
Long lay the world in sin and error pining,
Till He appeared and the soul felt it's worth.
A thrill of hope the weary soul rejoices,
For yonder breaks a new and glorious morn;
Chorus
Fall on your knees, Oh hear the angel voices!
O night divine, O night when Christ was born!
O night divine, O holy night, O night divine.
Led by the light of Faith serenely beaming
With glowing hearts by His cradle we stand
So led by light of a star sweetly gleaming
Here come the wise men from Orient land
The King of kings lay thus in lowly manger
In all our trials born to be our friend. Chorus
Truly He taught us to love one another
His law is love and His gospel is peace
Chains shall He break for the slave is our brother
And in His name all oppression shall cease
Sweet hymns of joy in grateful chorus raise we,
Let all within us praise His holy name. Chorus
Dalam segala hal, lagu yang indah dan sangat brilian dari Prancis yang berjudul “Cantique de Noël” ini, tampak tanpa cacat dan cela. Liriknya yang religius dan melodinya yang sangat indah, serta suasana yang dibawakan kepada kita mencapai puncaknya dalam setiap penampilan lagu ini. Dalam penerimaan publik pun lagu ini diterima dengan sangat baik. Lagu ini termasuk salah satu lagu natal Prancis yang sangat terkenal dan bahkan di dunia internasional.
Tetapi kenapa kemudian seseorang mau menolak dan melarang keras penerbitan dari karya ini di saat-saat natal? Jawabanya terletak bukan pada karakteristik dari lagu ini sendiri, tetapi pada persepsi beberapa orang terhadap pencipta lagu ini. Kisah ini bermula di tahun 1847. Di Lembah Rhône, Prancis, yang terkenal dengan anggurnya yang berkualitas, perbedaan budaya yang mencolok, serta sejarahnya yang menawan, tinggallah seorang pria yang keberadaannya disentuh oleh seluruh aspek di atas. Placide Cappeau (1808-1877), seorang anggota komunitas kota Roquemaure - beberapa mil utara kota bersejarah Avignon - yang jabatannya adalah seorang komisioner mengurus anggur, yang di waktu senggangnya diisi dengan menuliskan bait-bait puisi dalam bahasa Prancis atau dialek Lang d’oc, dengan tidak sengaja menjadi seorang tokoh kecil dalam sejarah.
Kejadian menarik ini terjadi ketika Cappeau menjadi teman sepasang keluarga dari Paris bernama Laurey. Keluarga ini untuk sementara ditempatkan di Selatan Prancis, agar Laurey dapat melanjutkan kariernya di bidang teknik sipil, dengan membangun jembatan melintasi Sungai Rhône di daerah Roquemaure. Tepat sebelum Cappeau pergi ke Paris untuk urusan bisnis, pendeta dari jemaat di sana meminta penulis paruh waktu ini untuk menuliskan sebuah Puisi Natal dan menyerahkannya kepada seorang komponis terkenal di Prancis bernama Adolphe Adam (1803-1856) untuk aransemen musiknya. Adam adalah seorang teman dekat istri pasangan Laurey, yang adalah seorang penyanyi. Dilaporkan, pada 3 Desember 1847, kira-kira di tengah perjalanan ke Paris, Cappeau mendapatkan inspirasi untuk puisi tersebut, “Minuit, Chretiens.”
Cappeau sama sekali tidak terkenal pada saat dia menghubungi Adam di Paris. Komponis tersebut sebaliknya, sedang berada pada puncak masa keemasannya - seorang yang sangat popular dan musisi yang sangat aktif. Adam baru beberapa tahun yang lalu, di tahun 1841, menghasilkan karyanya yang terbaik, balet Giselle. Karya ini biasa disebut sebagai 'Hamlet untuk karya balet', karena kisahnya yang menyedihkan, tantangannya untuk balerina yang membawakan, serta keindahan estetika hasil perpaduan koreografi dan musik. Melodi yang dibuatnya untuk karya puisi dari teman Ny. Laurey hanyalah karya kecil dari reputasinya.
Setelah Cappeau membawa karyanya kepada Adam, lagu ini berhasil diselesaikan dalam beberapa hari. Pemunculan perdana dari lagu ini, seperti yang telah direncanakan, adalah pada misa tengah malam di gereja Roquemaure pada Natal 1847. Sangat mudah dimengerti bahwa para penonton tidak menyangka bahwa musik yang begitu menyentuh jiwa ini sebagian adalah hasil karya seseorang dari tempat itu sendiri. Mereka sangat terkesima. Setelah pemunculan ini, bertahun-tahun kemudian, lagu ini menjadi lagu yang sangat terkenal dinyanyikan pada saat Natal. Pertama kali lagu ini diterbitkan pada tahun 1855 oleh Schott and Company di London, dan dari sanalah, lagu ini mengalami beberapa penyesuaian dan diterjemahkan ke berbagai bahasa di seluruh dunia. Terjemahan yang paling terkenal adalah versi O, Holy Night yang ditulis oleh seorang kritikus musik dan jurnalis dari Amerika bernama John Sullivan Dwight (1818-1893).
Karena lagu ini sangat terkenal dan popular, maka beberapa orang kurang menyenangi lagu ini dan menganggapnya tidak mewakili Natal. Alasan utama serangan terhadap lagu ini bukan pada bagian seninya, tetapi lebih kepada karakteristik negatif latar belakang penulisnya. Seorang bishop dari Prancis bahkan pernah mengatakan bahwa lagu ini tidak memiliki cita rasa musik dan kehilangan (tidak ada) spirit agama di dalamnya. Adam berasal dari latar belakang non-Kristen dan pekerjaannya pun adalah komponis lagu-lagu opera untuk teater, sebuah arena yang sangat jauh dari wilayah religius teologis. Lebih buruk lagi, Cappeau, digambarkan sebagai seorang sosial radikal, pemikir bebas, sosialis, dan seorang non-Kristen. Dalam beberapa hal, pengelompokan seperti ini benar. Pada akhir masa hidupnya, Cappeau mengadopsi beberapa pemikiran politik dan sosial yang sangat ekstrim di masanya, seperti menentang ketidaksetaraan, perbudakan, ketidakadilan, dan segala macam penindasan. Hal ini sangat jelas diindikasikan dalam karya puisinya yang terbit tahun 1876 berjudul “Le Château de Roquemaure”, sebuah karya puisi filosofis 4000 baris dimana Cappeau menyangkali lirik yang ditulisnya tahun 1847 dan merevisi seluruh isi dan penampakannya. Seluruh keanehan ini terjadi pada akhir-akhir masa hidupnya, dan ditandai dengan kehidupan eksentrik yang sangat jelas. Ketika dia menulis bait-bait lagunya yang indah dan menyentuh, dia mungkin hanyalah seorang Kristen biasa, kalau tidak pendeta jemaat tersebut tidak akan memintanya untuk menuliskan suatu puisi yang sifatnya religius.
Secara keseluruhan, lagu ini mungkin merupakan lagu solo Natal terindah yang ada sekarang ini. Pengaruh lagu ini pada kebudayaan barat diilustrasikan di sebuah cerita yang konon kabarnya belum diketahui kebenarannya. Ketika terjadi perang antara Prancis dan Prussia (sekarang Jerman) di tahun 1870-1871, tentara Prancis dan Jerman saling berhadapan di parit-parit luar kota Paris. Pada malam Natal, seorang tentara Prancis tidak disangka-sangka melompat keluar parit dan menyanyikan lagu ini. Terpesona akan keindahan lagu ini, para tentara Jerman bukan saja tidak menembak tentara Prancis tersebut, malah mulai menyanyikan lagu Natal yang terkenal di Jerman yang ditulis oleh Martin Luther berjudul “Vom Himmel hoch” (“From Heaven Above to Earth I come”). Benar tidaknya kejadian ini, setidaknya melukiskan betapa lagu ini begitu dicintai. Jika ini sejarah, maka hal ini melukiskan pengaruh budaya dari lagu tersebut. Jika ini hanya cerita, maka hal ini mencerminkan pengaruh yang berkelanjutan dari lagu ini dalam imajinasi manusia.
Rabu, 09 Desember 2009
KUMPULAN CERITA NATAL

Di sebuah kota kecil di Meksiko tampak orang berjalan berduyun-duyun menuju sebuah gereja. Mereka membawa buah-buahan, sayur-sayuran, dan kembang gula untuk dipersembahkan kepada Bayi Yesus. Dari tepi jalan Manuel memperhatikan orang-orang itu. Mereka tertawa gembira dan bernyanyi-nyanyi dengan riang. Mereka semua tampak bahagia.Tetapi Manuel tidak bisa seperti mereka. Ia hanya bisa menangis sedi ketika menatap mereka. Manuel hanyalah seorang anak jalanan yang telah yatim piatu. Ia tidak mempunyai apa-apa untuk dipersembahkan kepada Bayi Yesus.
Beberapa hari yang lalu Manuel meminta-minta sesuatu kepada orang-orang yang lewat di depannya. Ia ingin memiliki sesuatu untuk dipersembahkan pada Bayi Yesus. Namun orang-orang hanya tertawa mendengarnya. “Kalau kami memberimu sesuatu, tidak mungkin engkau mempersembahkannya untuk Bayi Yesus” ejek mereka. “Kami tahu engkau anak yang baik, tapi kami yakin engkau akan memilikinya untuk dirimu sendiri.”
Pernah terlintas di benak Manuel untuk mencuri sesuatu. Tetapi, apakah baik mencuri sesuatu untuk dipersembahkan kepada Bayi Yesus? Lebih baik tidak membawa persembahan daripada memberi persembahan yang didapat dari mencuri. Manuel berjalan menjauh. Orang-orang telah masuk ke dalam gereja dan menutup pintunya rapat-rapat. Manuel mengendap-endap ke dalam gereja dan mengintip ke dalamnya. Di depannya tampak pemandangan yang benar-benar menakjubkan. Lilin-lilin yang menyala, lukisan yang indah, dan berbagai persembahan untuk Bayi Yesus. Ratusan orang berkumpul di sekeliling patung Bayi Yesus dan ibunya.
Makin lama melihatnya, Manuel makin sedih. Akhirnya Manuel berlutut dan berdoa, “Tuhan Yesus aku tidak seperti orang-orang yang di dalam gereja. Aku tidak memiliki apa-pun untuk-Mu di hari Natal ini. Tetapi terimalah doaku, juga air mataku. Hanya itu yang bisa aku berikan untuk-Mu.” Manuel menghapus air matanya, lalu membuka matanya. Ajaib,setiap tetes air mata Manuel yang jatuh ke tanah berubah menjadi bunga. Bunga-bunga itu sangat indah dan belum pernah ada sebelumnya. Bunga itu berwarna kuning keemasan seperti sinar bintang yang menerangi Betlehem. Di sekeliling bunga itu tampak daun-daun warna merah seperti darah.
“Ajaib,” teriak Manuel. Ia mencabut bunga itu sampai ke akarnya lalu berlari masuk ke dalam gereja.
“Lihat!” teriak Manuel kepada orang-orang di dalam gereja. Ini persembahanku untuk Bayi Yesus.”
Mereka berbisik-bisik dan menggumamkan sesuatu yang tidak jelas. Mereka tidak suka perayaan Natal mereka terhenti. Namun, ketika melihat bunga itu, bisik dan gumam mereka berubah menjadi decak kagum. “Ini benar-benar suatu keajaiban,” kata seorang pastor. “Bunga seperti ini belum pernah kulihat.” Dan sejak saat itu bunga Manuel terkenal dengan nama Bunga Malam Kudus.
Natal… apa yang terbayang dalam benak teman-teman tentang suasana Natal? Pohon cemara lengkap dengan hiasannya? Lilin dan bintang-bintang? Malaikat yang menari-nari? Tidak ketinggalan pasti ada hadiah dengan dibungkus kertas warna-warni. Ya, suasana Natal memang dirasakan sebagai suasana penuh suka cita dan keceriaan dalam menanti kelahiran Yesus, Sang Juru Selamat.
Sesuatu yang juga selalu ada dalam suasana Natal adalah cerita dan dongeng tentang Natal. Baik itu cerita kelahiran Yesus yang diambil dari Injil ataupun cerita tentang tradisi perayaan Natal dan juga dongeng-dongeng legenda seputar Natal, seperti kisah Manuel di atas tadi.
Dalam buku Kumpulan Cerita Natal terdapat cerita dari berbagai negara dan macam-macam budaya. Sungguh mengasyikan, kita jadi tahu cerita tentang pohon Natal pertama, juga kisah si Unta Kecil sebagai pembawa persembahan bagi kanak-kanak Yesus, dan masih banyak lagi cerita-cerita yang lain. Masing-masing cerita itu mempunyai pesan tentang keajaiban dan kegembiraan Natal.***
Rabu, 14 Oktober 2009
BUBAR PALIMA
BUBAR PALIMA

HMM....Ne fto anx IA.5(yg paling heboh stu skul....)hahahah,cwry klas laen!!!ne fto jd dokumntsi,,,,syangNya g ada grace d sana,,,cuz,,,wktu tu grace g di bolehi ikut,,,,krn pulangNy malem,,,,(so,,,orng yg pada dteng anx nakal cmua,,,kn pulngNa MALEM!)SEKALIAN mangkal.....whahhhahha
hm,,,sebenarnya cedih sih,,,,g bisa ikut,,,tp,kn dpt ftonya,,,buat jd jimat bisa,,,atw penangkal petir???jg bisa,,,,
hahahah....

HMM....Ne fto anx IA.5(yg paling heboh stu skul....)hahahah,cwry klas laen!!!ne fto jd dokumntsi,,,,syangNya g ada grace d sana,,,cuz,,,wktu tu grace g di bolehi ikut,,,,krn pulangNy malem,,,,(so,,,orng yg pada dteng anx nakal cmua,,,kn pulngNa MALEM!)SEKALIAN mangkal.....whahhhahha
hm,,,sebenarnya cedih sih,,,,g bisa ikut,,,tp,kn dpt ftonya,,,buat jd jimat bisa,,,atw penangkal petir???jg bisa,,,,
hahahah....
Langganan:
Postingan (Atom)
